Seragam Minim, Linmas TPS Mengeluh

Kota Bima, Kahaba.- Tidak disediakannya seragam lapangan untuk tim Perlindungan Masyarakat (Linmas) TPS Kota Bima membuat beberapa anggota mengeluh. Mereka juga menyorot pelaksanaan pelatihan anggota pada tanggal 17 sampai 21 April lalu yang terkesan setengah hati dengan tidak diberikannya fasilitas akomodasi seperti layaknya pelaksanaan Pemilu sebelumnya.

Pemilihan Walikota Bima - NTB 2013

Pemilihan Walikota Bima – NTB 2013

Seperti yang diungkapkan Anas(27) salah seorang anggota Linmas TPS Kelurahan Paruga, dirinya merasa kecewa dengan tidak adanya pakaian seragam tersebut. “Saya hanya menerima kaos Linmas lengan panjang dan topi yang berlogo linmas saja, sedangkan atribut pelengkap lainnya seperti baju resmi Linmas dan sepatu tidak ada,” ujarnya heran.

Tak hanya itu, pelatihan anggota Linmas  dari tanggal 17 hingga 21 April kemarin pun tidak dilakukan di Hotel maupun Losmen. Peserta diinstruksikan menginap di rumah masing-masing dan pukul 6 pagi sudah harus kembali berada di Kantor Kesbanglinmaspol untuk mengikuti materi pelatihan. Dikatakannya, pelatihan yang terkesan seadanya ini membuktikan Pemerintah Kota Bima sudah tidak mampu lagi membiayai pelatihan garda terdepan pengamanan TPS itu.

Anas mengaku memperoleh informasi bahwa atribut linmas yang mereka pakai saat ini hanya berasal dari dana APBD I Propinsi NTB, sedangkan dana sharing dari APBD II Kota Bima tidak dikucurkan padahal. “Padahal pemilukada tahun 2008 itu anggarannya ada, apakah Pemkot sudah jatuh miskin?,” tanya dia.

Kepala Kesbanglinmaspol melalui Kabid Linmas M.Jafar S.Sos yang dimintai tanggapan membenarkan bahwa pengadaan atribut linmas TPS itu hanya dari dana Propinsi saja, sedangkan dari pemerintah Kota Bima tidak ada anggaran. Ia memastikan, anggaran dari Pemkot akan diusahakan cair untuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden tahun depan.

Untuk tahun ini jumlah anggota Linmas TPS yang direkrut sebanyak 550 orang yang di ambil dari 38 kelurahan di Kota Bima. 38 orang koordinator kelurahan itu dikatakannya dibekali dengan seragam dan atribut lengkap, sedangkan sisanya 512 orang anggota hanya berseragam kaos dan topi. [EM*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *