BPS Kota Bima Lakukan Sensus Pertanian

Kota Bima Kahaba.- Selasa Pagi (23/04), bertempat di Aula Pemerintah Kota Bima secara resmi Asisten II Kota Bima, Hj. Ir. Rini Indriati membuka Sensus Pertanian 2013 (ST2013) Kota Bima. Sensus pertanian ini adalah salah satu upaya untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat, yang menjadi potret pertanian Indonesia khususnya Kota bima. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Camat dan 38 kelurahan lingkup pemerintahan Kota Bima.

Kostum Petani yang semakin sulit ditemukan

Ilustrasi

Dalam sambutan Walikota Bima yang disampaikan oleh Asisten II Setda Kota Bima, Ir. Hj Rini Inderiati, beliau mengharapkan kepada camat dan lurah untuk mendukung dalam memberikan data-data yang akurat dan benar. Sehingga dengan adanya data sensus pertanian ini lebih memantapkan program pembangunan Kota Bima ke depan. “Kepada lurah dan camat agar menginformasikan data yang berkualitas sebagai potret kota khususnya di bidang pertanian,” harapnya.

Disampaikannya pula bahwa meskipun struktur ekonomi Kota Bima masih didominasi oleh sektor-sektor jasa, sektor perdagangan, hotel dan restoran namun peranan sektor pertanian masioh cukup signifikan. Karena sektor ini masih menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagaian besar penduduk dan memberikan kontribusi sebesar 17,55 persen terhadap PDRB Kota Bima.

Senada dengan yang disampaikan Hj. Ir Rini Inderiati, Kepala BPS Kota Bima Drs. Sapirin mengharapkan kepada lurah dan camat untuk untuk memberitahukan kepada masyarakat agar memberikan data yang akurat tentang keadaan hasil tani 2013 kepada tim sensus.

BPS telah mengangkat anggota pencacah dari tiap lurah yang dilatih dalam 2 gelombang pada tanggal 8 s/d 13 April bertempat di Aula SMA Salahudin. Anggota pencacah ini bertugas sebagai pelaksana sensus di tiap kelurahan se Kota Bima sebanyak 104 orang. Pelaksanaan pencacahan pada tanggal 1 s/d 31 mei 2013. Pembagian petugas per kecamatan mulai dari Kecamatan Rasanae Barat (jumlah kelurahan 6, jumlah blok sensus 71 dan jumlah petugas 12), Kecamatan Mpunda (jumlah kelurahan 10, jumlah blok sensus 75 dan jumlah petugas 16), Kecamatan Rasanae Timur (jumlah kelurahan 7, jumlah blok sensus 53 dan jumlah petugas 20), Kecamatan Raba (jumlah kelurahan 11, jumlah blok sensus 106 dan jumlah petugas 32) dan Kecamatan Asakota (jumlah kelurahan 4, jumlah blok sensus 70 dan jumlah petugas 24). Akhir dari sensus pertanian ini akan di evaluasi oleh petugas evaluasi sensus statistik pusat pada bulan Juni 2013.

Data yang di hasilkan dari tim sensus adalah luas lahan, rumah tangga pertanian menurut sub sektor, rumah tangga yang melakukan jasa pertanian, jenis irigasi, peternakan, karakteristik sosial demografi, tanaman semusin dan tahunan, rumah tangga melakukan pengolahan hasil pertanian dan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Acara ini dipandu langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Ir.Syamsuddin selaku moderator, diakhir acaranya kepala dinas pertanian kembali menghimbau kepada lurah dan camat supaya mulai besok untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa pada tanggal 1 Mei 2013 akan datang tim sensus yang langsng turun dari rumah ke rumah dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya sensus ini. Sehingga masyarakat memberikan data yang sesuai dengan kondisi riil yang ada. “Hasil sensus akan di publikasikan sehingga hasil tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk pemerintah dalam pembangunan Kota Bima,” jelasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Taraha

    Sensus juga proyek pembukaan lahan pertanian baru yang habiskan RABPD 900 juta di Desa Lambu (timur Gong Cina) padahal mobil wala hanya 3 hari meratakan sawah yang memang sudah rata, Begitu pula jalan padat karya 800 juta ditranstnaker, lokasinya di utara sawah proyek fiktif itu, Jalan itu kerjaan perusahaan jarak pagar komexindo, disnakertrans hanya numpang bikin gerbang saja.

  2. mada la gajah

    BPS sensus juga berapa % rakyat mbojo yang masih ingin numpang di kota bima, rsud milik siapa, pdam milik siapa, maunya perguruan tinggi negeri, gak ada balai pelatihan guru, gak ada kantor penelitian di bima, terus. …… terus . …. yang penting pake keki. …. .. kwkwkwkwek…..kwkwwweek…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *