Sejumlah PNS Ikut Terlibat Kampanye Qurma

Kota Bima, Kahaba.- Tahapan kampanye pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Bima periode 2013-2018 telah dimulai sejak 26 April 2013 ditandai dengan dilaksanakannya penyampaian visi dan misi pasangan calon di gedung DPRD Kota Bima. Sehari setelahnya, dua pasang calon yaitu pasangan QURMA dan JAMIN secara berturut-turut mendapatkan jadwal Rapat Umum dalam rangka kampanye politik di lapangan Kelurahan Lampe dan Lapangan Amahami. Namun bagian dari pesta demokrasi tersebut sedikit tercoreng dengan dugaan keterlibatan sejumlah Pegawai negeri Sipil (PNS) dalam salah satu acara.

Pemilihan Walikota Bima - NTB 2013

Pemilihan Walikota Bima – NTB 2013

Berdasarkan pantauan sejumlah wartawan bersama anggota Panwaslu dan panwascam Sabtu (27/4), ribuan massa yang turut mengiringi pasangan H. Qurais – H. Arahman (QURMA) terdapat sejumlah PNS yang diduga kuat terlibat politik praktis dengan ikut berkampanye. Pantauan di lokasi perdana pasangan Qurma di Lapangan Kelurahan Lampe Kecamatan Rasanae Timur  pun sejumlah PNS Pemkot Bima terlihat jelas.

Dapat teridentifikasi diantara para PNS itu Kadis Tatakota Drs. Azhari menggunakan mobil jeep terbuka bersama istri, Kepala Dinas KPT A. Haris, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Drs. Zainudin bersama bendaharanya Ramli, dan Kabid Humas Pemkot Bambang dan Camat Mpunda Arifin S.Sos. Tak ketinggalan pula sejumlah lurah seperti Lurah Tanjung Suryadin SH yang menggunakan sepeda motor dinas  dan Lurah Pane M. Yusuf.

Bendahara DPPKAD Kota Bima A. Haris yg dihubungi Via handphone oleh sejumlah wartawan menjelasakan bahwa keikutsertaanya bukan untuk ikut berkampanye.” Saya hanya ikut menonton saja dan mendengarkan visi dan misi saja, lagipula walikota bima sempat berpidato saat apel pagi bahwa PNS boleh saja menonton kampanye setiap pasangan calon untuk mendengar langsung penyampaian visi dan misi,”akunya.

Haris berpendapat, selama dirinya tidak ikut berkampanye di atas panggung atau aktivitas lainnya yang menyiratkan keterlibatan langsung, maka hal tersebut tidak dilarang.  “Kami kan hanya ikut menonton saja dari pinggir jalan. Dan bukan kampanye QURMA saja yang saya ikuti, pemaparan visi dan misi enam pasangan calon lainnya juga akan kami ikuti,” elaknya.

Sementara itu Kadis Tatakota Bima Drs.Azhari yang juga dikonfirmasi melalui telepon beralasan yang sama. ”Siapa bilang saya ikut berkampanye, saya hanya menonton saja”pungkasnya. Ketika wartawan menanyakan tentang adanya stiker nomor 3 bertuliskan QURMA MANIS di kaca depan mobil jenis Jeep yang dikendarainya, Azhari pun enggan mengomentari lebih jauh. “Itu tidak apa-apa kok,” ujarnya sebelum memutuskan sambungan telepon. [EM*/BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Kalau hanya menonton yo gpp . . . yg penting tidak ikut terlibat secara langsung dalam kampanye, & tidak ikut menggunakan atribut kampanye . . . . itu baru di larang, masa sebagai masyarakat tidak boleh ikut mendengarkan Visi misi dari calon pemimpinnya . . . .

  2. Menonton emang gak apa-apa, tapi kalau menonton terus pke seragam fersy itu salah. mrka itu pjabat negara abdi masyrakat, bukan mesin partai politik dan penguasa. Sy lihat jg banyak pegawai kabupaten yg pake baju dan topi fersy. ada jg Pns yg menyamar pake baju bbgr asal keliatan kuning, emangnya skrg bulan bbgr?. kepala desa dari berbagai kabupaten ikut kampanye kota, bahkan guru2 dari kore jga dipaksa ikut. mau jdi apa negara ini.

  3. hidayah

    Usut tuntas,,, kalaw dengar visi & Misi sah-sah saja, tapi kalaw di mobil, di kepala dan dibadannya ada atribut kampanye,, ya perlu di usut,, PNS koq ikut Politik praktis.. LUCU NEGERI INI..

  4. Sandy

    “Jangan salahkan para PNS”
    Oknum dari partai-patai pendukung calon-lah yang melakukan intimidasi dan ancaman mutasi apalagi mereka yang sedang berkuasa di pemerintahan saat ini sehingga mau tidak mau PNS pun harus ikut.

  5. KK

    Memang untuk pegawai mereka takut sama FERSYALAN dan QURangMAkan saya secara langsung dapat info dr PNS kab yg mreka DPT kota bima bahwasannya kalau mereka ga milih FERSYALAN taruhannya dipindah tugas ke tambora dan kalo QURangMAkan kepala dinas2 bs diturunkan kalo ga nyuport ni orang…Memang biadab…..orang2 ini Merdeka……dr Sucipto You’re Never Walk Alone……Orang kota bima 35% pilih Engkau…..1 putaran aja untuk SUJUD…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *