Organ Tunggal Ricuh, Satu Orang Kena Tembak

Kota Bima, Kahaba.- Acara organ tunggal dalam rangka perpisahan mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan matakando, Minggu (5/5/2013) pukul 02.00 pagi berakhir ricuh. Dua orang warga mengalami luka-luka serta seorang lainnya atas nama Firmansyah terpaksa dilarikan ke RSUD Bima diduga akibat terkena tembakan senjata api.

Ilustrasi

Ilustrasi

Tak jelas sebab musabab kericuhan pada dini hari itu, namun acara hiburan dalam rangka perpisahan mahasiswa KKN itu terhenti dengan adanya sekelompok warga yang saling serang. Buntutnya dua orang yaitu warga bernama Iksan (25) mengalami luka robek pada bagian pelipis dan patah tulang rahang, sedangkan warga lainnya Hairil (24) terpaksa harus mendapatkan delapan jahitan akibat luka pada bagian kepala.

Sebagaimana keterangan Hairil ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan di RSUD Bima, sebelum kejadian itu dirinya bersama sejumlah teman sedang menonton organ tunggal di Kelurahan matakando. Sekitar pukul 02.00 Wita terjadi saling ejek antara dua orang yang kemudian berujung bentrok antarakelompok warga Matakando dengan warga Jatiwangi.

Dalam peristiwa itu, ia mengaku hendak menyelamatkan sepupunya yang dikejar oleh sejumlah orang. Pada saat hendak melerai pertikaian itu, ia dipegang oleh seorang polisi yang diturunkan untuk mengamankan kericuhan. Namun dalam posisi tersebut, tiba-tiba ia mendapatkan pukulan dari arah belakang hingga jatuh pingsan. “Mengenai adanya suara tembakan, saya tidak tahu pasti. Saya pingsan dan tau-taunya saat sadarkan diri sudah berada di RSUD Bima,” akunya.

Sementara Hardiansyah, kakak dari Firmansyah  (21) warga RT 04 RW 02 Kelurahan Jatiwangi yang menjadi korban luka tembak yang dikonfirmasi di Bagian Bedah RSUD Bima mengaku, dirinya mengetahui adiknya terkena tembakan dari sejumlah rekan korban. Namun siapa pihak yang melepaskan tembakan ia tidak tahu pasti.

Lanjutnya, adiknya pun tidak tahu kalau dirinya telah terkena peluru. Korban merasa neyeri pada bagian tangannya dan kaget mendapati banyak darah dan terdapat luka serupa bekas tembakan. Setelah diperiksa secara seksama,  luka tembak itu tembus hingga mengenai rusuk kanannya. Ia pun kemudian dilarikan ke PKM Asakota.

Karena luka yang dialami Firmansyah cukup serius, pihak PKM kemudian menyarankan korban dirujuk ke RSUD Bima. Tambah Hardiansyah, berdasarkan hasil rontgen pihak RS, didapati masih terdapat sisa serpihan peluru di dalam tangan korban hingga disarankan untuk dilakukan operasi. ”Iya saya benarkan adik saya kena tembak, dan besok (6/5/) rencananya mau dioperasi untuk mengeluarkan serpihan peluru yang tersisa,” tegasnya.

Kapolres Bima-Kota, AKBP Kumbul KS, S.IK, SH yang dimintai tanggapannya di kantornya pada hari Minggu membenarkan kericuhan di lokasi acara hiburan rakyat itu. Namun secara tegas ia membantah adanya korban yang terkena tembakan senjata api. “Yang terjadi hanya kericuhan warga yang menghadiri acara orgen tunggal, tidak ada yang kena tembak kok,” ujarnya meyakinkan seraya memastikan pihaknya masih bekerja menyelidiki insiden tersebut. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *