Tiga Orang Polisi Kena Lemparan Batu

Kota Bima, Kahaba.- Aksi demonstrasi sejumlah simpatisan pasangan calon yang tidak puas dengan hasil Pemilukada Kota Bima Senin (20/5) kemarin, diwarnai dengan aksi lemparan batu ke arah petugas aparat. Akibatnya tiga orang aparat mengalami luka robek dibagian pelipis dan dahi.

Iptu korban pelemparan batu saat dievakuasi

Iptu Lukman, korban pelemparan batu saat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Foto: Bin

Tiga orang aparat yang dimaksud, masing-masing IPTU Lukman Coli, anggota Polres Bima Kota mengalami luka robek dibagian pelipis kanan. AIPDA. Syafrudin, anggota Polres Bima Kota itu juga mengalami luka robek dibagian dahi. Dan Bripka M. Fattah Jamroni, anggota Brimob BKO Kabupaten Dompu, mengalami luka robek pada bagian dahi.

Berdasarkan pantauan Kahaba, Keinginan para demonstran untuk menemui komisioner KPU Kota Bima ditahan oleh aparat kepolisian yang sedang melakukan penjagaan. Dalam menyampaikan tuntutan pun, massa berada sekitar 100 meter dari arah barat kantor penyelenggara Pemilu tersebut.

Namun ditengah orasi dilakukan, truk pengangkut pengeras suara yang dijadikan panggung orasi mundur ke arah barikade aparat untuk  membuka jalan agar para pengunjuk rasa bisa menemui para anggota KPU Kota Bima. Namun upaya itu tidak diijinka, aparat tetap berdiri tegap menahan barisan massa.

Karena truk yang terus mundur dan menabrak barisan aparat, jajaran Brimob NTB bereaksi dengan berupaya mengamankan supir dan membubarkan massa dengan menggunakan tongkat dan kayu. Massa seketika bubar, namun tanpa diduga beberapa saat kemudian terjadi lemparan batu dari arah massa aksi kearah barikade aparat.

Satu-persatu pun aparat yang terkena lemparan batu di bawa ke kantor KPU Kota Bima. Lukman Coli yang mengalami luka robek pada bagian pelipis akhirnya ditandu oleh aparat dan dibawa menggunakan ambulance.Tidak hanya aparat, Sopir truk pun akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian. IPTU.

Sementara itu, Korlap Aksi, Farhan menegaskan bahwa yang melakukan aksi pelemparan itu bukan dari massa Fersi. Melainkan oknum yang tidak bertanggungjawab. “Kami datang kemari untuk aksi damai. Kami tidak perlu melakukan aksi anarkis untuk membatalkan Pemilukada Kota Bima, tapi cukup dengan data yang sekarang kami pegang,” tegasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *