Pembuangan Sampah Ilegal di Kawasan Pantai Ule Meresahkan

Kota Bima, Kahaba.- Kawasan sepanjang jalan lintas Melayu-Kolo khususnya di sekitar pantai Ule sepertinya bukan tempat yang nyaman lagi untuk wisatawan. Bagaimana tidak, belakangan ini tebing  jalan di wilayah tersebut dipenuhi oleh timbunan sampah yang kotor dan berbau menyengat. Kondisi ini sepertinya dibiarkan saja oleh pemerintah setempat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Sebagaimana pantauan Kahaba di tanjakan pertama kawasan pantai Ule, Tumpukan sampah itu tidak hanya ditemui di sisi kiri jalan. Sampah-sampah bekas aktivitas rumah tangga itu bahkan sudah mencapai bibir pantai yang dulunya menjadi primadona wisata di Kota Bima itu.

Dedi, salah seorang pengguna jalan yang ditemui Kahaba mengungkapkan, aktivitas menjadikan pantai Ule sebagai Tempat Pembuangan Sampah liar sejatinya berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Namun belakangan ini hal itu dirasakan sangat mengganggu pengguna jalan dan masyarakat yang berlalu-lalang di sekitar tempat itu. “Baunya busuk dan mengganggu pemandangan. Padahal tidak sedikit warga yang lewat jalan ini untuk berwisata,” keluhnya.

Lanjut warga Kolo itu, tumpukan sampah yang semakin banyak itu berasal dari aktifitas pembuangan sampah liar yang dilakukan oleh sejumlah orang tidak bertanggung jawab. Mereka bahkan menggunakan mobil pick up untuk membuang sampah yang biasanya dilakukan pada sore dan malam hari saat jalanannya sepi.

Diakuinya juga aktifitas pembuangan tidak saja kali ini, tetapi sudah lama terjadi dan dibiarkan oleh pemerintah karena memang selama ini tidak ada tindaklanjut dari pemerintah. “Padahal pejabat Pemkot Bima saban akhir pekan sering melintas di jalan ini,” ungkap Dedi.

Ia berharap, harusnya pemerintah jangan menjadikan kata indah dan bersih sebagai motto pembangunan jika tak disertai dengan realisasi. Motto tersebut harus dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Bahkan bila perlu orang yang membuang sampah sembarangan ditindak dengan tegas agar tidak ada lagi sampah yang menumpuk dan mencemari kawasan pantai tersebut. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *