Penerima Tunjangan Sertifikasi Diumumkan Sebagian, Ada Apa?

Bima, Kahaba.- Dari 460 orang jumlah total kuota penerima tunjangan sertifikasi guru, hanya 351 guru saja yang tercantum dalam pengumuman Dikpora Kabupaten Bima. Sisa kuota sebanyak 109 orang lainnya yang belum terakomodir dalam pengumuman itu menjadi tanda tanya besar, ada apa?

Tunjangan sertifikasi guru untuk Kabupaten Bima telah dicairkan

Nama-nama penerima tunjangan sertifikasi guru Kabupaten Bima tidak diumumkan seluruhnya

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana nama-nama penerima tunjangan sertifikasi guru diumumkan secara serentak dan keseluruhan, tahun ini Dinas mengumumkan sebagian saja dan masih merahasiakan identitas sekitar seratus orang guru lainnya.

Tidak diumumkannya nama 109 orang guru penerima tunjangan itu dipertanyakan oleh sejumlah guru yang menantikan kabar gembira mengenai peningkatan penghasilan itu. Apalagi santer terdengar kabar bahwa terdapat oknum pejabat Dikpora yang memanfaatkan kondisi itu untuk keuntungan pribadi.

Beberapa orang guru yang meminta namanya tidak ditulis menilai tidak diumumkannya seluruh nama adalah faktor kesengajaan oknum tertentu di Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Agar oknum tersebut dapat meminta uang pelicin pada sejumlah guru supaya termasuk dalam data susulan penerima tunjangan sertifikasi.

Kuat diduga penundaan pengumuman guru penerima tunjangan sertifikasi menunjukkan bahwa proses pengajuan dan verifikasi berkas yang dilakukan oleh Dinas tidak transparan. Nama-nama yang belum diumumkan itu diduga sebagai nama-nama peserta program yang sama sekali belum memenuhi syarat administratif dan bermasalah. Apalagi informasinya banyak masalah terhadap syarat-syarat sebagai guru penerima tunjangan sertifikasi saat ini, seperti jumlah jam mengajar yang banyak dimanipulasi.

Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Non Formal, M. Saifulah yang dikonfirmasi terpisah, membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya. Mengenai jumlah guru penerima tunjangan sertifikasi yang diumumkan sudah sesuai aturan main, tidak ada yang dirahasiakan.

Masalah menurutnya hanya terjadi kesalahan penyampaian oleh pihak sekolah, terkait data NRG dan jumlah jam mengajar guru yang bersangkutan. Akibat kesalahan itu, SK 109 guru dimaksud untuk sementara ditunda pengumumannya. Namun ia memastikan  guru tersebut dalam waktu dekat akan mendapatkan SK sebagai guru peserta program sertifikasi.”Tidak ada masalah, ini hanya proses saja,” ujarnya.

Saifulah juga membantah adanya kesalahan pendataan yang dilkakukan Dinas pada saat pengajuan berkas guru-guru sehingga 109 orang guru tersebut tidak mendapat lampu hijau dari Kementerian. Dirinya mengaku hanya persoalan kesalahan dari pihak sekolah, bukan dari Dikpora. “Yang nama guru-guru tersebut kan berdasarkan laporan dari sekolah setempat, bukannya Dikpora,” kilahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah bekerja sesuai tupoksi. Berdasarkan petunjuk dan syarat yang ditentukan, pihaknya telah mengirim secara online data calon guru penerima tunjangan sertifikasi. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *