Formasi Umum CPNSD Kota/Kab Bima Terancam

Kota Bima, Kahaba.- Informasi yang berkembang Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bima dan Pemerintah Kota (pemkot) Bima terancam tidak mendapatkan jatah formasi umum penerimaan CPNSD tahun 2013. Alasanya sesuai keputusan Men-Pan bagi daerah yang membelanjakan APBDnya lebih dari 50 persen untuk kepentingan aparatur.

PNS (ilustrasi)

PNS (ilustrasi)

Informasi tersebut tidak saja bagi proses pembukaan lowongan bagi formasi CPNSD namun juga bagi formasi dari data base berupa honorer masuk Kategori dua (K2). Untuk proses seleksi K2 direncanakan diselenggarakan pekan ke dua bulan september 2013.

Bila Pemkab dan Pemkot bima masih mempertahankan porsi belanja APBD tahun 2013 untuk anggaran aparaturnya masih tetap diatas 50 persen, pastinya untuk tahun 2013 tidak ada lagi penerimaan CPNSD di Bima sampai kemudian Pemerintahnya mau mengurangi beban belanjar aparatur dalam APBD.

Kebijakan Men-Pan RI ini adalah dalam rangka meminimalisir belanja APBD pemerintah didaerah khususnya bagi anggaran belanja apraturnya yaitu belanja pegawai. Selama ini uang APBD lebih bayak diserap untuk belanja pegawai dari pada belanja publik, sehingga kerap terjadi ketimpangan dalam proses pembangunan fisik akibat dari tidak konsistennya penggunaan APBD oleh pemerintah.

untuk menghindari masalah tersebut, Pemerintah Pusat mengeluarkan Moratorium bagi Pemerintah Daerah yang membelanjakan APBDnya lebih dari 50 untuk belanja pegawai tidak akan diberikan jatah formasi CPNSD. Jadi pertayaannya pakah Pemkab dan Pemkot Bima belanjakan APBD sesuai moratorium?

Dikonfirmasi terpisah, Plt Sekda Pemkab Bima, Drs A Wahab ditemui dikantor Bupati Bima, Selasa (11/6) mengakui adanya informasi seperti itu, namun dirinya sampai saat ini belum dapat memastikan apakah aturanya benar seperti itu atau tidak, oleh karena itu akan dikonfirmasi lebih lanjut pada SKPD terkait.”Iya saya dengar info itu tetapi belum jelas,” ujarnya.

Ditanyakan mengenai besaran persentase belanja APBD Kabupaten Bima, Wahab mengaku belum tahu, ”Saya tidak tahu, nanti saya tanyakan dulu supaya tidak simpang siur,” pungkasnya sambil berlalu meninggalkan awak media. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *