Pasar Lebaran Akan Dipusatkan di Kawasan Ama Hami

Kota Bima, Kahaba.- Rapat koordinasi Pemerintah Kota Bima yang dilangsungkan di aula kantor Walikota pada hari Kamis, 11 Juli 2013, Wakil Walikota membahas penyelenggaraan pasar Ramadhan serta pasar lebaran dengan Kepala Dinas Koperindag. Hasilnya diputuskan pelaksanaan pasar lebaran Kota Bima mendatang akan dipusatkan di kawasan Ama Hami.

Suasana Ama hami Kota Bima

Kawasan sepanjang pantai Ama Hami akan dijadikan sentra pasar lebaran 1434 H

“Untuk pasar lebaran, yang biasanya diadakan di pasar senggol, tahun ini akan diupayakan untuk dialihkan lokasinya ke Ama Hami. Hal ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan, antara lain: menghindari terganggunya arus lalu lintas di pusat kota serta agar para pemilik toko di pasar senggol tidak merasa terganggu”, papar Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE.

Selain kedua alasan tersebut, kondisi pasar senggol juga sudah tidak memungkinkan lagi, karena pengunjung semakin bertambah dari tahun ke tahun sementara daya tampung pasar senggol tidak berubah. Alasan lain adalah, dengan diadakan di Ama Hami maka pasar lebaran juga dapat menjadi ajang promosi Ama Hami, yaitu sebagai langkah awal rencana mendirikan pasar raya di Ama Hami.

Agar para pedagang maupun pengunjung dapat mulai terbiasa dengan Ama Hami sebagai pusat ekonomi menjelang hari raya, seluruh instansi terkait diminta oleh Wakil Walikota Bima agar melakukan sosialisasi kepada para pedagang.

“Kepada para pedagang yang tergabung dalam asosiasi pedagang, saya berharap dapat berlapang hati dan mengerti dasar pengambilan keputusan ini. Mengenai keamanan, Pemerintah Kota Bima akan membangun koordinasi dengan pihak terkait selama kegiatan berlangsung”, ujar Wakil Walikota. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. har

    kenapa tdk sekalian di laut aja.
    apa tdk ada tempat lain selain d ama ham…
    bukanya d lapangan merdeka masih bgs ketimbang d amahami.
    saya rasa pemeeintah memberatkan pedagang kecil dgn kebijakanya ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *