Dua Tahun Tanpa Air, Warga Dara Segel Kantor PDAM

Kota Bima, Kahaba.- Dua tahun tidak mendapatkan pasokan air membuat puluhan Kepala Keluarga  pelanggan PDAM masih dimintai pembayaran tagihan rekening air. karena persoalan tersebut belasan ibu-ibu asal RT 01 RW 01 Kelurahan Dara, kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, Senin (22/7) pukul 11.00 wita menyegel paksa kantor PDAM Bima.

Ilutrasi

Ilutrasi

Pantauan wartawan, belasan ibu-ibu yang kesal dengan pelayanan PDAM mendatangi kantor dengan membawa serta ember sebagai bentuk protes mereka terhadap kinerja PDAM yang bobrok. Tidak hanya meneriaki para petugas didalam kantor, karena tidak direspon aksinya, ibu-ibu tersebut menyegel kantor menggunakan meja dan pot bunga yang ada didepan kantor PDAM.

didepan kantor PDAM salah satu perwakilan warga Amirudin, mengatakan, kedatangan mereka dikantor PDAM karena kekesalan mereka sudah memuncak, selama dua tahun dikeluhkan tidak pernah direspon oleh pihak PDAM bahkan cenderung dibiarkan air tidak pernah mengalir.

Menurut Amir, selama dua tahunn ini warga pelanggan PDAM tidak saja tidak mendapatkan pasokan air, tetapi juga oleh petugas dimintai uang pembayaran pemakaian air. jelas Amir bagaimana mungkin warga dapat membayar air pasokan dari PDAM saja tidak pernah sampai pada pelanggan.

Yang paling anehnya lagi, selama dua tahun itupula petugas PDAM selalu menagih pembayaran rekening air, dan dirinya walaupun tidak mendapatkan penyaluran air tetep membayar. Mendapatkan sikap keras dari para ibu-ibu, salah satu pegawai PDAM, Abdulah Zain mendatangi para pendemo guna mengajak melakukan audensi untuk menyampaikan keluhannya.

Saat audensi, massa pendemo sebelum menyampaikan tuntutannya, mengancam akan mengerahkan warga Kelurahan Dara untuk membakar saja kantor PDAM, karena memang tidak ada hasilnya PDAM menjadi perusahaan daerah khusus melayani kebutuhan air bersih bagi warga Kota Bima.

Akibat dari tidak adanya pasokan air tersebut, warga selama ini kata Leni terpaksa harus mencari air sampai ke Kelurahan Paruga yang berjarak cukup jauh. Dari lokasi tersebut selama ini warga terpaksa harus memikul dan menjunjung air sampai dikediamanya. Sementara pasokan air bersih untuk di konsumsi, warga terpaksa mendapatkannya jauh sampai di Mutmainah.

Yang lebih miris lagi kata Leni, kesulitan air diperparah lagi terjadi selama bulan puasa, akibatnya selama menjalankan ibadah puasa harus berjuang untuk mendapatkan air berlebih dari kampung seberang.

Didepan pendemo, Abdulah Zain, menjelaskan masalah ketersediaan air bagi pelanggan di RT 01 RW 01 Kelurahan Dara, berjanji segera memenuhi tuntutan warga, dan selama 24 jam kedepan akan segera mengantifkan kembali pompa air yang selama ini rusak.

Selain itu pula Zain beralasan, pasokan air akan segera dimaksimalkan, selama ini bukanya tidak mau merespon tuntutan warga, tetapi masalahnya kerusakan pompa air menjadi kendalanya. Selain itu pula untuk memenuhi tuntutan warga pihaknya akan menyuplai dengan menggunakan mobil tangki.

Mendapatkan penyampaian petugas, belasan warga kemudian juga mempertayakan penagihan pembayaran oleh petugas padahal air tidak disuplai? Menanggapi masalah tersebutm Zain berjanji akan segera menindaklanjutinya dengan memanggill petugas lapangan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Sabir

    Sebenarnya bukan 2 thn tp lebih suplai air bersih PDAM ?i kel Dara khususnya RT.01 RW.01 mandek namun warga cukup sabar dengan keadaan itu bahkan tetap membayar air yang tidak pernah ?i gunakan. Pemkot harus ikut melihat hal ini dan segera menindak lanjuti agar warga bisa kembali mendapatkan air bersih yang merupakan kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *