Dicoret dari Peserta Seleksi Pegawai, BRI Bima Dipertanyakan

Kota Bima, Kahaba.- Rasa bahagia yang dialami Dandi Setyo Laksono, salah seorang dari 20 peserta tes kesehatan untuk menjadi karyawan Bank BRI Cabang Bima mendadak sirna. Bagaimana mungkin, setelah nyata-nyata lolos dalam serangkaian tes, tiba-tiba namanya dicoret dari peserta tes dengan alasan yang terkesan dibuat-buat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti pengakuan pihak keluarga Dandi, Irham Sulaiman, Dandi awalnya mengikuti proses rekrutmen menjadi pegawai BRI Cabang Bima. Dari sekitar 200 pelamar, nama Dandi diluluskan dalam 20 orang yang berhak menjadi karyawan sesuai dengan kebutuhan lembaga perbankan yang bergengsi di kota Bima itu. “Dandi sudah lulus, karena ia sudah mengikuti seluruh tahapan tes yang diselenggarakan oleh panitia,” kata Irham.

Lanjut dia, beberapa waktu yang lalu Dandi pernah dihubungi oleh PT. Prisma yang menjadi rekanan BRI dalam proses perekrutan. Saat itu alumnus IPB Jurusan Matematika itu dipanggil untuk mengikuti tes kesehatan bersama kandidat lainnya di Hotel Lambitu. Namun saat Dandi menghadiri proses seleksi yang dimaksud, ia kaget setelah melihat namanya dicoret dari peserta tes. Jumlah kandidat yang awalnya 20 orang pun menyusut menjadi tinggal 19 orang saja.

Setelah dirinya mempertanyakan tidak adanya namanya dalam daftar peserta tes, pelaksana seleksi mengatakan nama Dandi dicoret karena tidakmemenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam seleksi. BRI mematok standar IPK  2,75 untuk mengikuti seleksi, sedangkan Dandi hanya memiliki IPK sebesar 2,2.

Menurut Irham, keluarga Dandi sudah mendatangi pihak BRI untuk memperjelas tindakan BRI tersebut. Ternyata Dandi diluluskan kendati punya IPK rendah dari standar, karena ada sejumlah pertimbangan dari pihak Bank. Pertama, Dandi alumni IPB dan jurusan Matematika. Kemudian, Dandi memiliki kecakapan dan performa yang cocok untuk menjadi pegawai bank. “Pertimbangan-pertimbangan ini yang kemudian meloloskan Dandi pada seleksi adminitrasi,” terangnya.

Pihak BRI juga mengaku, karena ingin memperjuangkan Dandi, BRI Cabang Bima meminta ijin prinsip ke Kanwil, guna memperjelas nasib Dandi. “Pengakuan mereka, ijin prinsip itu belum di tanggapi oleh Kanwil,” tuturnya.

Tapi yang membuatnya heran, jika memang IPK Dandi jauh dibawah standar, lantas kenapa panitia meloloskan Dandi untuk mengikuti tes-tes berikutnya dan ditetapkan sebagai peserta yang lulus. “Ini kan konyol, jika memang IPK Dandi rendah, kenapa sejak awal diluluskan dan memberikan harapan kepada Dandi,” sorot Irham.

Ia menegaskan, pihak BRI telah melakukan kesalahan. Sejak awal telah memberikan harapan kepada Dandi untuk menjadi Pegawai di kantor tersebut. Namun diakhirnya, malah menzdolimi dan mengambil hak Dandi.  “Siapa yang tidak marah dengan kenyataan ini. Anak ini (Dandi) sudah susah payah ikut tes dan sudah dinyatakan lulus. Namun di akhir, namanya ternyata dihilangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Bima yang berusaha dikonfirmasi, sulit ditemui. Hingga berita ini diturunkan, pihak BRI masih belum mengeluarkan keterangan resminya terkait permasalahan ini. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *