Dandi Akhirnya Mengadu ke Polisi

Kota Bima, Kahaba.-  Setelah menggelar aksi unjuk rasa oleh puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD), Kamis pagi, 25 Juli 2013, akhirnya korban rekruitmen pegawai BRI Cabang Bima, Dandi Setyo Putra, melaporkan secara resmi ke Kepolisian Resort Bima Kota.

Dandy saat melapor ke Mapolres Bima Kota

Dandi saat melapor ke Mapolres Bima Kota

Alumni IPB itu menjelaskan bahwa dalam kasus yang menimpa dirinya, apa yang telah dilakukan pihak BRI adalah praktek ‘penindasan’ yang sistimatis.  “Saya selaku peserta hanya mengikuti aturan rekruitmen yang berlaku di BRI. Adanya IPK saya senilai 2,2 dan tidak memenuhi persyaratan lalu diluluskan hingga ke jenjang tes berikutnya adalah domain dan keewenangan BRI,” ungkapnya.

Kepada Kahaba, Dandi melanjutkan, bahwa setelah lulus di beberapa tahapan baik psikotes dan wawancara saat  di pengunjung pengumuman saya yang sudah masuk ke dalam 20 nama yang lulus namun harus dipentalkan karena tidak adanya ijin prinsip dari wilayah terkait IPK saya yang tidak memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Sambung Dandi, harusnya kalau memang di akhir tes harus adanya izin prinsip yang merupakan kewenangan internal BRI, semestinya sejak awal dan setelah seleksi administrasi, izin prinsip ini di urus pihak BRI.

“Jangan diakhir menjelang pengumuman tes, baru dimasalahkan ada dan tidaknya ijin prinsip. Saya kira, apa yang dilakukan pihak BRI adalah pendzoliman sistematis kepada saya,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut pemuda berparas menawan itu, dugaan penipuan dan iming-iming pihak BRI di tengah pengorbanan tenaga, harga diri  dan materi yang saya keluarkan harus mendapat ganjaran dan keadilan yang setimpal. Akan hal itu, biar hukumlah yang mengujinya,” urai Dandi di Mapolres Bima Kota, Kamis siang (25/07/2013). [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *