PDAM Dinilai ‘Mandul’, Direktur Butuh Modal

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bima menilai penghasilan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bima hanya cukup untuk pembiayaan personalia saja. Untuk tiap tahunnya tak ada penghasilan dari Perusahaan Daerah milik Pemkab Bima itu sebagai tambahan bagi pendapatan daerah. Bahkan, Pemkab Bima harus mengalokasikan sebesar Rp 75  juta untuk bisa menghidupkan PDAM Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepada Kahaba, Iwan menguraikan bahwa persoalan di PDAM Bima adalah gemuknya jumlah karyawan yang ada. Saat ini ada 161 karyawan yang bekerja di PDAM. Untuk hasil pembayaran dari pelanggan/masyarakat ternyata hanya mampu untuk pembayaran gaji karyawan saja. Untuk itu, menurut Iwan harus ada langkah rasionalisasi karyawan dan penambahan pelanggan demi berkembangnya PDAM Bima.

“Jadi, kalau ada sorotan dari masyarakat atas pelayanan PDAM tentu tak bisa dihindari lagi, karena memang keuntungan PDAM hanya untuk gaji karyawan saja,” jelas Iwan di ruangannya, Sabtu, 27 Juli 2013.

Menanggapi sorotan yang muncul, Direktur PDAM, Drs. H. Iriyanto mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pelanggan PDAM sekita 11 ribudan jika dibandingkan dengan jumlah karyawan yang 161 orang tentu akan menghasilkan pelayanan yang tidak maksimal. “161 orang itu masih kecil dari jumlah pelanggan saat ini,” pungkas Iriyanto.

Menurutnya, PDAM Bima akan bisa berkembang bukan solusinya di rasionalisasi pegawai. Melainkan harus ada subsidi tambahan dari Pemerintah Kabupaten Bima. “PDAM Butuh dana tambahan untuk memaksimalkan pelayanan dan menambah pelanggan baru,” ujarnya kepada Kahaba, Sabtu, 27 Juli 2013. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *