Pelanggan Komplain, PDAM Dinilai Tak Profesional

Kota Bima, Kahaba.- Membengkaknya pembayaran tagihan pelanggan PDAM menuai protes. Yasin Ismail, warga Kelurahan Tanjung yang melakukan Complain ke kantor PDAM Bima lantaran pembayaran rekening di bulan Juli jauh melambung dan berbeda dari bulan-bulan sebelumna.

Ilutrasi

Ilutrasi

Yasin menjelaskan selama enam bulan yang lalu, dirinya hanya membayar tagihan rekening air sebesar Rp 30 ribu saja. Namun, di bulan juli ini membengkak hingga Rp 165 ribu. “Saya menduga telah terjadi rekayasa data rekening yang dilakukan oknum petugas PDAM,” sorotnya, Senin, 29 Juli 2013.

Ia melanjutkan, keresahan yang dialami pelanggan PDAM semakin membuat citra Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik Pemerintah Kabupaten Bima itu semakin tidak professional dalam manajemen perusahaannya.

Tidak mungkin menurut Yasin penggunaan air yang setiap harinya hanya untuk kebutuhan mandi dan cuci harus merogoh kocek lebih dari biasanya, hingga sampai RP 165 ribu..

Ia mengaku heran, selain pemakaian air biasa saja, distribusi air PDAM di sekitar wilayah Tanjung terkadang macet. “Lantas darimana membengkaknya pembayaran ini,” tanyanya.

 Sementara itu, Kepala Bagian Umum PDAM Bima, H. Abdullah mengaku akan segera turun cek di rumahnya Yasin. Jika angka tersebut tidak benar, maka pihaknya akan mengoreksi pembayaran tersebut. “Jika nanti kami salah, maka pak Yasin kami anggap sudah membayar pada bulan ini. Dan Agustus nanti beliau sudah bias membayar normal,” terangnya.

 Jelas Abdullah, pembengkakan pembayaran bagi pelanggan seringkali terjadi, karena kesalahan baca petugas pendata rekening air. “Untuk kasus ini kami akan mengevaluasi kembali pendataan tersebut,” ungkap Abdullah, di kantornya, Senin, 29 Juli 2013. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *