Raskin Desa Ntoke Sempat ‘Diselundupkan’ Kades

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Desa Ntoke, Kecamatan Wera, Sudirman, diduga telah menggelapkan beras miskin (Raskin) kepada salah seorang saudagar di Kota Bima, lantaran memiliki utang senilai Rp 12 juta. Namun, aksi Kades yang mencoba menyelundupkan Raskin sekitar 1,5 ton tersebut, berhasil digagalkan aparat Polisi Pamong Praja Kecamatan Ambalawi.

Ilustrasi

Ilustrasi

Warga Desa Ntoke Kecamatan Wera, Can kepada Kahaba menjelaskan bahwa raskin tersebut sudah tiga hari yang lalu didatangkan dari Bulog dan harus dibagikan kepada masyarakat yang telah menyerahkan sejumlah uang dengan harga murah karena mendapat subsidi dari pemerintah.

Namun, dari penuturan Can, raskin yang diterima dari Bulog, oleh Sudirman di jual kepada saudagar asal Kota Bima. Di tengah jalan, mobil truk yang mengangkut raskin itu akhirnya di hentikan oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) di sekitar Ambalawi. “Pol-PP mengira itu kayu illegal. Setelah diperiksa, ternyata beras raskin dari Desa Ntoke. Supir truk itu mengaku beras tersebut di beli dari Kepala Desa Ntoke,” kata Can, selasa kemarin.

Ia melanjutkan, awalnya Raskin tersebut di simpan di rumah Kades. Pasca penangkapan, raskin yang totalnya 5 ton tersebut dikembalikan ke Desa Ntoke dan sudah dibagikan kepada warga

Walau demikian dirinya meminta kepada Bupati Bima untuk menindak tegas Kades Ntoke yang sudah berulah, padahal baru beberapa minggu yang lalu dilantik.

Sementara itu, Kades Ntoke, Sudirman yang dikonfirmasi membenarkan Raskin tersebut hendak dijualnya. Dirinya menyesali hal tersebut dan mengaku sudah membagikan kembali ke warga atas sepengetahuan Polsek setempat dan Camat Wera.

“Yang dijual itu hanya 1,5 ton, bukan sebanyak 5 ton,” tangkasnya, via seluler, Rabu 31 Juli 2013.

Dirinya mengakui terpaksa menjual beras tersebut lantaran memiliki utang kepada saudagar sebanyak Rp 12 juta. Sudirman pun menambahkan bahwa raskin itu dijual atas permintaan sebagian warga untuk membantu pembangunan masjid di Desa Ntoke.

“Jumlah rumah tangga sasaran (RTS) di Desa Ntoke sebanyak 246 orang. Saya mengambil kebijakan untuk membagi rata ke semua warga, mengingat banyaknya jumlah warga miskin,” tutur Sudirman. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *