Mudik, Ribuan Orang Membludak di Pelabuhan Bima

Kota Bima, Kahaba.-  Jelang Idul Fitri 1434 H, arus mudik di Pelabuhan Bima meningkat dari tahun sebelumnya. Minggu pagi (4/8) hingga pukul 12.00 suaing, pengantar dan penumpang memadati dermaga dan areal pelabual. Aktifitas pelabuhan kali ini meningkat dari biasanya.

Pemudik membludak saat arus mudik di Pelabuhan Bima, MInggu, 4 Agustus 2013. Foto: Bob

Pemudik membludak saat arus mudik di Pelabuhan Bima, MInggu, 4 Agustus 2013. Foto: Bob

Pantauan Kahaba, sekitar ribuan penumpang KM. Tilongkabila memadati Pelabuhan BimaGelombang arus mudik menjelang lebaran begitu membludak. Ada yang datang pulang ke Bima untuk merayakan lebaran di kampung halamannya. Ada pula penduduk pendatang yang mengais rezeki di Bima kembali ke daerah asalnya.

Tampak aktivitas para pedagang dan buruh kapal yang ikut mencari rezeki di tengah kepadatan manusia itu. Walau bulan puasa, para buruh dan pedagang membawa naik barang penumpang, hingga sedikit membuat antrian panjang. Tak ayal, para buruh dan para pedagang nyaris bentrok dengan sejumlah penumpang kapal karena saling berdesak-desakan.

Terlihat pula, penjagaan dari pihak aparat TNI baik satuan marinir dan PM. Namun, karena kalah jumlah,  tidak mampu menghalau para pedagang dan buruh yang masuk ke kapal.

H. Ismail, salah satu penumpang kapal yang akan ke Makasar memilih alat transportasi kapal laut, selain murah juga alat transportasi lainnya sudah penuh di pesan para pemudik.

“Memang resiko menaiki kapal laut harus berdesak-desakan seperti ini. Kami harap, pelayanan PT. Pelni dan Perhubungan laut dapat lebih ditingkatkan lagi. Saya khawatir kalau keadaan seperti ini akan melahirkan sesuatu yang tidak diharapkan,” ujar Sang Haji yang akan berangkat bersama Istri dan anak-anaknya itu.

Sementara itu, Manager PT. Pelni Cabang bima, RJ. Hasibuan mengungkapkan bahwa KM. Tilongkabila yang datang dari Denpasar dan Lombok akan melaju ke Labuan Bajo dan Makasar. Untuk masalah pelayanan di Pelabuhan Bima, menurutnya sedang dalam perhatian pusat. “Saat ini, kami sedang mengembangkan sandaran baru agar tidak terfokus pada satu sandaran kapal di sebelah barat ini saja,” terangnya kepada Kahaba. *BOB

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *