Perang Desa Cenggu dan Desa Nisa Akhirnya ‘Meletus’

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sekitar pukul 11.00 Wita, Minggu, 11 Agustus 2013 kedua warga dari Desa Nisa dan Desa Cenggu terlihat sudah berada di areal persawahan dan bersiap saling menyerang. Setelah sholat dzuhur atau sekitar pukul 13.00 Wita, warga Desa Cenggu melakukan penyerangan ke arah Desa Nisa dengan menggunakan senjata api rakitan. Beberapa kali terdengar suara letusan senjata hingga sempat membuat aparat yang berjaga pun terlihat mundur.

Areal persawahan yang membatasi kedua desa dan dijadikan medan pertempuran kedua desa tersebut. Foto: Cen

Areal persawahan yang membatasi Desa Nisa dan Desa Cenggu yang dijadikan medan pertempuran kedua desa tersebut. Foto: Cen

Dari pantauan Kahaba minggu siang tadi, sejumlah warga Desa Cenggu yang membawa jirigen berisi bensin dan berusaha mendekati perkampungan Desa Nisa yang dikawal beberapa warga lainnya dengan dilengkapi senjata api rakitan, langsung diamankan pihak kepolisian. Beberapa personil kepolisian mengejar beberapa warga Desa Cenggu tersebut dan memukul mundur mereka dengan tembakan peringatan ke udara.

Terlihat pula konflik senjata antara kedua desa itu sempat terhenti. Namun sekitar pukul 16.30 Wita, warga kedua desa saling serang dan perang kembali pecah hingga akhirnya dapat dibubarkan pihak kepolisian dengan bantuan satuan brimob dan aparat TNI sekitar pukul 17.30 Wita.

Tak ada jatuh korban dari konflik yang terjadi minggu siang tadi. Dan saat ini, suasana di kedua desa dalam keadaan siaga.

Sebelumnya, seorang warga Desa Cenggu yang diduga korban penganiayaan warga Desa Nisa saat bertandang ke Desa Nisa Minggu pagi tadi di duga pula pemicu lanjut lahirnya konflik senjata kedua desa tersebut. Korban pun saat ini sudah dirujuk lanjut dan dalam perjalanan ke Rumah Sakit Mataram untuk dilakukan operasi saraf di bagian kepalanya. [C/BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *