BEM STIH: Kepala Daerah Kota Bima Tidak Sah

Kota Bima, Kahaba.- Sekitar sepuluh orang kelompok mahasiswa asal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, Rabu pagi, 14 Agustus 2013 ini.

Aksi unjukrasa BEM STIH tentang keputusan PTUN atas pemilukada

Aksi unjukrasa BEM STIH di depan kantor KPU Kota Bima. Foto: Agus

Ketua BEM, M. Sidik dalam orasinya mengumandangkan, dengan keluarnya putusan PTUN Mataram tentang Pembatalan Keputusan KPU terkait pemenangan pasangan Qurma, menurutnya adalah keadaan yang inkonstitusional.

Sidik mengatakan bahwa Walikota dan Wakil Walikota yang dilantik Juli 2013 lalu yaitu H. Qurais dan H. Man dianggap tidak sah.

“Pasangan Qurma yang dimenangkan dan ditetapkan KPU Kota Bima itu Ilegal, setelah adanya Putusan PTUN,” ujar Sidik dalam orasinya.

Demonstrasi yang digelar sekitar pukul 09.30 Wita itu dikawal ketat pihak Kepolisian, baik dari Satuan Dalmas, Brimob bahkan Tim Gegana ikut serta dalam kegiatan PAM di Kantor KPU itu.

Tak ada dari pihak KPU yang mendatangi demonstran. Dua jam melakukan orasi, massa pun akhirnya kembali ke Kampus. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *