Polantas Isyaratkan Jaga Traffic Light

Kota Bima, Kahaba.– Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di wilayah hukum Polres Bima Kota, kerap terjadi. Bahkan tidak jarang sampai menimbulkan korban luka berat hingga tewas. Cara pengendara mengumbar gas berlebihan dan kurang menaati aturan Lalulintas seperti lampu isyarat lalu-lintas (traffic light), salah-satu pemicu terjadinya Lakalantas.

Kasat Lantas Polres Bima Kota, AKP Herman, SH. Foto: Bin

Kasat Lantas Polres Bima Kota, AKP Herman, SH. Foto: Bin

Untuk meminimalisir Lakalantas, terutama dari kebiasaan tidak menaati traffic light, Sat Lantas Polres Bima Kota akan menempatkan sejumlah personilnya di beberapa titik traffic light.

Kasat Lantas Polres Bima Kota, AKP Herman, SH saat ditemui di ruangannya mengatakan, kian tahun kesadaran pengguna jalan semakin meningkat, baik itu dilihat dari kelengkapan kendaraan dan berkendara, maupun surat-surat kendaraan. Hal itu juga dibuktikan dengan data lakalantas yang sudah semakin berkurang.

Kendati demikian, pihaknya pun tetap meningkatkan razia. Baik itu razia stasioner atau razia satu tempat, maupun razia hunting atau razia keliling. Untuk razia stasioner, petugas ditempatkan di sejumlah titik jalan protokol. Lalu razia hunting, pihaknya mengejar pengendara yang secara kasat mata dilihat tidak memiliki kelengkapan kendaraan. “Upaya-upaya ini terus kami lakukan. Hingga kedepan, data lakalantas dan tertib berlalu lintas semakin meningkat,” ujarnya.

Tidak hanya melakukan razia, pihaknya dalam waktu dekat akan menempatkan sejumlah personil di beberapa titik lampu merah. Karena lampu merah yang ada, masih ditemukan pengendara yang tidak patuh. “Yang cukup dipatuhi pengendara ini hanya di lampu merah gunung dua. Itupun masih ditemukan pengendara yang belok kiri jalan terus, padahal dalam UU nomor 22 tahun tentang berlalu lintas jelas melarang belok kiri pada lampu merah,” terangnya.

Kata dia, belok kiri jalan terus tetap berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Untuk itu, dengan adanya polisi yang berjaga di traffick light, pengendara akan patuh dan tidak melakukan pelanggaran. “Meski kami tetap menginginkan munculnya kesadaran dari pengendara. Tapi memulainya dengan penempatan personil polisi di lampu merah merupakan langkah awal yang cukup baik,” tambahnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *