RS Muhammadiyah, Diambang ‘BANGKRUT’

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan karyawan medis di Pusat Kegiatan Usaha (PKU) Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Bima di PHK (Putus Hubungan Kerja). PHK ini terjadi seminggu sebelum lebaran Hari Raya Idul Fitri. Tampaknya, keadaan keuangan untuk menambah bangunan baru di RS itu, harus mengorbankan puluhan tenaga medis yang telah berjasa membangun RS sejak awal hingga berkembang seperti sekarang.

RS Muhammadiyah

RS Muhammadiyah Kota Bima.

Menurut Sumber, sebelum lebaran Idul Fitri 1434 H lalu, sekitar 20 orang perawat di RS Muhammadiyah di PHK massal. Pasalnya, pihak manajemen RS tak mampu lagi menggaji sebagian pekerja medis di sana.

Sumber mengatakan, rumor dari pihak manajemen, PHK terhadap para perawat dan karyawan itu disebabkan defisit anggaran yang ada, dan dibutuhkan sumber dana untuk pengembangan infrastruktur gedung VIP RS Muhammadiyah.

Ia mengaku pula, keadaan Rumah Sakit Muhammadiyah sudah tergeser fungsi pelayanannya. Katanya, karena yang di-PHK para perawat semua, akhirnya bidan yang ada diperbantukan sebagai perawat. “Keadaan ini jelas menggeser fungsi teknis medis yang harusnya pekerjaan perawat tidak bisa digantikan oleh bidan,” tandasnya, Sabtu (17/8/2013).

Tambah Sumber, manajemen RS Muhammadiyah dalam menanggulangi persoalan keuangan, bayaran pelayanan, jasa dan barang medis sudah dinaikan. “Saat ini, biaya di RS Muhammadiyah sudah naik, dan jangan berharap ada yang gratis,” tuturnya.

Pihak manajemen lewat Direktur RS Muhammadiyah, dr. Ali yang dikonfirmasi Kahaba via ponselnya mengatakan, masalah PHK adalah urusan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Bima. Kata Ali, semua yang di PHK itu adalah karyawan yang diangkat oleh Surat Keputusan (SK) PDM.

“Silahkan konfirmasi ke PDM (Pak Ichwan), Saya masih ada pekerjaan,” kata Ali, seraya meminta untuk mengakhiri pembicaraan telpon Minggu pagi (18/8/2013. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *