Demo Hasil PTUN, Massa Dobrak Gerbang KPU

Kota Bima, Kahaba.- Demonstrasi terkait putusan PTUN Mataram di DPRD dan sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, berujung ricuh. Dua orang pendemo yang dianggap provokator diamankan Polisi.

Massa pengunjukrasa terlibat bentrok dengan polisi. Coto: Cen

Massa pengunjukrasa membakar ban bekas di depan gedung DPRD Kota Bima. Foto: Cen

Pantauan Kahaba, aksi unjuk rasa yang mendesak KPU agar membatalkan kemenangan Qurma, Senin (19/08/13) siang, berlangsung panas. Massa membakar ban bekas di depan sekretariat KPU Kota Bima sebagai simbul kekecewaan dan semangat membara mendengungkan keadilan.

Aksi bakar ban yang dilakukan massa, terlihat memanaskan situasi. Namun, aparat kepolisian yang sejak awal berjaga dan mengawal jalannya aksi tidak ingin terpengaruh. Mereka tetap berjaga-berjaga dan siaga di tempat sambil mengamati gerak-gerik massa aksi. Sejumlah personil Kepolisian dari berbagai satuan disiagakan saat itu. Mobil water canon ditempatkan di depan KPU untuk menghalau massa aksi.

Aksi unjukrasa makin memanas ketika massa memaksa masuk dengan mendobrak pintu gerbang sekretariat KPU Kota Bima. Akibatnya, pintu gerbang bagain timur lembaga penyelenggara Pemilu setempat, rusak.

Aksi itu memicu reaksi aparat Kepolisian dan “menyerbu” massa aksi. Dua orang yang diduga provokator diamankan oleh angggota Buser Polres Bima Kota dari kerumunan massa.

Namun kemudian dibebaskan kembali setelah massa aksi meminta untuk dibebaskan dalam pertemuan dengan pihak KPU yang dimediasi Polisi. Massa pun membubarkan diri dari aksi unjukrasa.

Sebelumnya, Senin pagi, massa aksi berunjukrasa di depan kantor DPRD Kota Bima. Substansi tuntutannya sama, yakni membatalkan kemenangan dan mendorong pemakzulan Qurma.

Massa aksi membakar ban di DPRD Kota Bima. Sempat terjadi kericuhan dengan aparat Kepolisian, namun dapat ditenangkan. [C/T]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *