Hasil Sidak Dikpora Kobi: 50 Persen Siswa Absen

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima menemukan 50 persen siswa sekolah swasta tidak masuk pada hari pertama sekolah. Ketidakhadiran siswa tahun ini, terbilang mencengangkan dibanding tahun sebelumnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kondisi demikian, terungkap ketika Dinas Dikpora melakukan inspeksi mendadak (Sidak) hari pertama masuk sekolah pada sejumlah sekolah, Senin (19/08/13). Tidak hanya memeriksa kehadiran guru, pihak Dikpora juga memeriksa kehadiran siswa kelas satu hingga kelas tiga tingkat SD hingga SMA/SMK.

Sidak yang dipimpin dipimpin Sekretaris Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, M.Ap. Alwi yang diikuti sejumlah staf Dinas Dikpora, memulai Sidak di tingkat SD dan memeriksa tingkat kehadiran guru dan siswa pada hari pertama.

Setelah itu, Sidak dilanjutkan pada dua SMA Negeri, dua SMA Swasta, dan SMK Negeri. Alwi mengaku, secara umum hasil Sidak dari beberapa sekolah, cukup baik. Di tingkat SD, SMP, dan SMA Negeri, tingkat kehadiran siswa dan guru sudah baik.

“Hanya saja di sekolah swasta, jumlah siswa yang tidak hadir mencapai 50 persen,”  ujar Alwi saat sidak di SMAN 2 Kota Bima, Senin (19/08/13) tanpamerinci nama-nama sekolah swasta yang dimaksud.

Sidak pada salahsatu satu ruangan kelas SMAN 2 Kota Bima, Alwi menanyakan siswa kelas satu terkait tidak adanya guru yang mengajar saat itu. Siswa pun serentak menjawab, bahwa tidak ada guru. “Mata pelajaran apa,” Alwi lanjut bertanya. “Mata pelajaran kimia, namun guru kimia tidak pernah masuk mengajar,” jawab siswa serentak.

Tidak hanya memperhatikan tingkat kehadiran guru dan siswa, Alwi juga menyimak beberapa orang siswa yang duduk berdesakan. Satu bangku dan meja, ada tiga orang siswa yang duduk berdesakan. “Kami ingin masalah kebutuhan bangku dan meja diperhatikan, biar tidak berdesakan seperti ini,” tegas Alwi di hadapan guru SMAN 2 Kota Bima.

Ditanya sanksi ditemukan beberapa orang guru yang tak datang dan tak masuk mengajar, ia mengaku tidak ada sanksi, karena ini hanya Sidak biasa. Alwi hanya berharap, guru yang sudah sertifikasi bisa masuk mengajar. “Guru harus masuk kerja dan jangan meninggalkan kewajibannya, hanya itu yang kita inginkan” tandasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *