Polisi Gagalkan Pengiriman 108 TKI Ilegal

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 108 Warga asal Desa Parangina Kecamatan Sape Kabupaten Bima, diamankan Polisi. Warga tersebut diduga calon tenaga kerja ilegal yang hendak diberangkatkan ke luar negeri. Pasalnya, tidak ada secarik dokumen yang dimiliki mereka maupun perekrutnya.

Bus yang diamankan setelah mengangkut 108 orang pekerja asal Sape. Foto: Buser

Bus yang diamankan setelah mengangkut 108 orang pekerja asal Sape. Foto: Dedi

TKI ilegal yang dikirim cukong dengan inisial IS tersebut, diamankan Buru Sergap (Buser) dibantu anggota Resmob saat melintas dengan tiga bus Rasa Sayang di jalan Lintas Bima-Sape Lingkungan Oi Mbo Kelurahan Kumbe Kota Bima, Senin (19/08/13)  sekitar pukul 16.00 Wita. TKI ilegal beserta cukong dan supir berikut bus yang ditumpangi, kini diamankan di Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bima Kota untuk diproses.

Informasi yang diperoleh Kahaba, 108 calon pekerja ini kemungkinan akan dikirim menjadi TKI ke luar negeri. Atau dipekerjakan sebagai buruh perkebunan di pulau Sumatera. Namun, belum diketahui pasti ke mana arah dan tujuan  mereka dikirim.

Salah seorang calon TKI, Supardin (40), mengaku, oleh perekrut, mereka direncanakan dikirim dibawa untuk bekerja pada salah satu perkebunan di Palembang Sumatera Selatan. Di sana akan bekerja sebagai penanam dan pemelihara perkebunan yang menanam pohon untuk pembuatan kertas, dengan janji akan mendapatkan gaji sebesar Rp 700 ribu per hektar. Diakuinya pula, jika dia mau direkrut karena di Kecamatan Sape tak ada lagi yang bisa dikerjakan.

Mengenai informasi akan dijadikan TKI ke Luar Negeri, diakui Supardin, tidak benar, karena berdasarkan keterangan perekrut yang juga warga Kecamatan Sape, bukan ke luar negeri tetapi ke pulau Sumatra.”kita hanya kerja ke Sumatra pak bukan jadi TKI,” ujarnya.

Sementara salah seorang Supir, Mayor asal Desa Risa Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima tidak tahu dengan urusan para penumpangnya, yang pasti dirinya hanya mengantarkan mereka sesuai tujuan yaitu ke Jakarta. Terkait dengan kemana penumpang yang diantarnya.”saya tidak tahu pak saya hanya tahu antar ke Jakarta itu saja,” pungkasnya kepada wartawan di halaman Sat Reskrim Gunung Dua.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *