Maman ‘Gelitik Pedas’ Sikap Komisi II

Kabupaten Bima, Kahaba.- Digelontorkannya anggaran bagi PD Wawo dan PDAM Bima yang kemudian diamini pihak Komisi II DPRD Kabupaten Bima menuai tanya dan ketidaksetujuan dari Ketua Komisi III, M. Aminurlah, SE.

Kondisi ruangan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bima. Foto: Buser

Kondisi ruangan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bima. Foto: Buser

Menurut Aminurlah alias Maman dianggarkannya lewat APBD tahun 2013 senilai Rp 50 juta untuk PD Wawo dan Rp 75 juta untuk PDAM, ditengah tidak produktifnya kedua lembaga itu adalah langkah yang keliru, apalagi mendapat rekomendasi penambahan anggaran dari Komisi II.

Politi Duta PAN Kabupaten Bima ini mengatakan, seharusnya kedua lembaga usaha milik Pemkab Bima itu diperbaiki manajemen dan profesionalisme perusahaannya.

”Saya kecewa sekali sebagai wakil rakyat mendengar informasi  tersebut dan sangat disesali sikap komisi II itu,” pungkas Maman.

Harusnya, menurut Maman penyertaan modal Rp 50 juta terlalu kecil untuk perbaikan PDAM dan PD Wawo kalau manajemennya sudah sehat, bila perlu ditingkatkan dalam rangka memajukan perusahaan daerah tersebut.

Saat ini, keadaan PD Wawo dan PDAM kerap mengalami persoalan manajemen dan selalu dalam keadaan merugi.

Faktanya, terang Maman, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPKP RI tahun 2012, ditemukan penyimpangan yang dilakukan petinggi PDAM, sebagaimana pula kisruh yang terjadi di dalam tubuh PDAM dan sorotan publik terhadap pelayanannya yang bermasalah.

Gemuknya karyawan yang direkrut oleh manajemen PDAM yang tidak sebanding dengan kemampuan anggaran yang ada, akibatnya perusahaan selalu mengalami defisit.

Parahnya, dalam keadaan seperti itu malah meminta subsidi anggaran dari Pemerintah, semestinya Perusahaan Daerah (PD) harus memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Solusi di PDAM itu bukan subsidi, tapi perampingan struktur dan transparansi manajemen serta rasa memiliki pimpinan dan karyawan dalam memberikan pelayanan yang maksimasl pada para pelanggan,” tegas Maman.

Maman mengakhiri, Kalaupun teman-teman di Komisi II, harus merekomendasi bantuan untuk PD Wawo dan PDAM, harusnya ditunda dulu sampai manajemen stabil.

“Lebih baik anggaran dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan yang mendesak bagi kesejahteraan rakyat,” tandas Maman, Senin, 19 Agustus 2013. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. mada la gajah

    masih tidak merasa ikut korupsi juga ya kader bunglon kanan kiri makan ini. padahal di sape lambu ke enakan kerja proyek jalan usaha tani yang sudah digali masyarakat bertahun 2 tinggal ditindis dikeruk wala seribuan jam hok padahal cuma parkir 3 hari…, asbun lu cacingan. … kanan kiri okelah, tinggal tunggu waktu, nggahi la oi ta’a ……. ka caru wa’u mena iumu ro….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *