Empat Gadis Wawo Digagalkan Polisi jadi TKW

Kabupaten Bima, Kahaba.- Satuan Buru Sergap (buser) Polres Bima-Kota, Sabtu (24/8) pukul 14.00 wita berhasil menggagalkan rencana pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW). Gadis di bawah umur itu rencananya akan di bawa ke Malasyia. Mereka berasal dari Dusun Kawa’e Desa Maria Utara Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepolisian resort Bima Kota, Kaur Reskrim, IPTU M Yamin mengatakan, jumlah gadis yang rencananya akan menjadi TKW ada 4 orang. Mereka adalah Id (15), IF (16), MA (17) dan  RH (16). Sedangkan terduka cukunng pembawa para gadis itu adalah YM (40) warga Kecamatan Wawo. Mereka ditemukan di salah satu rumah di Desa Rabakodo Kecamatan Woha.

Kata Yamin, sementara ini masih dalam dugaan dan kami belum dapat memberikan pernyataan, karena korban dan terduga cukong masih menjalani pemeriksaan oleh petugas. “Keempat gadis usia belasan itu masih dilakukan

Orang tua dari MA (17), Muhtar mengaku, tidak tahu dengan keberadaan putrinya. “Sampai larut malam malam belum juga kunjung pulang. Kami pun mencari di rumah teman-temannya, namun tidak ada,” cerita Muhtar.

Lanjutnya, dirinya merusaha menelepon anaknya itu namun handphone sang anak kadang aktif, kadang juga tidak.

Muhtar menambahkan, putrinya tidak pulang ke rumah sejak Jum’at (23/8/13). Mengetahui ananknya menjadi TKW keluar negeri, setelah dirinya mendapatkan pemberitahuan dari pihak kepolisian Sabtu (25/8/13) sekitar pukul 17.00 wita. “Saya dan beberapa orang tua di wawo di kabarkan oleh pihak kepolisian kalau para putrid kami sedang diperiksa karena ingin di jadikan TKW,” kata Muhtar.

Anaknya-anak itu, lanjut Muhtar, akan dikirim menjadi TKW keluar negeri oleh seseorang warga wawo, Yaman dan pihaknya sejak awa tidak tahu menahu dan mencapat cerita dari buah hatinya yang akan berangkat kerja menjadi TKW.

“Selama ini tidak ada yang menceritakan. Semuanya diketahui karena putrid saya tidak pulang kerumah,” ujarnya.. Apakah itu atas keinginannya atau dibujuk oleh cukongnya? Muhtar mengaku tidak paham. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *