Bentrokan Pecah, Dua Rumah Terbakar di Desa Cenggu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bentrokan kembali pecah hari ini (28/8/2013) setelah sejumlah warga Desa Nisa melakukan penyerangan ke Desa Cenggu. Tiga orang dilaporkan terluka dan dua rumah milik warga Cenggu hangus terbakar.

Ketegangan antara kedua desa terjadi sejak Selasa (28/8) malam. Masing-masing kubu memblokir jalan yang menghubungkan dua desa yang bertetangga itu hingga pagi hari.

Bentrokan Pecah, Dua Rumah Terbakar di Desa Di Cenggu.

Bentrokan Pecah, Dua Rumah Terbakar di Desa Di Cenggu.

Berdasarkan pantauan Kahaba di lapangan, ketegangan meningkat pada pukul 9 pagi, setelah terdengar suara letusan senjata api yang membuat kedua kubu bersiaga di masing-masing perbatasan.

Warga juga dilaporkan saling berhadap-hadapan di persawahan dan kebun diantara kedua desa. Satuan Dalmas dari Polres Bima yang sejak awal disiagakan pun diterjunkan di tengah warga yang bersitegang.

Namun pada saat polisi diturunkan untuk melokalisir massa, suara letusan senjata yang terdengar di arah utara memicu kedua kubu untuk saling serang secara terbuka.

Awalnya puluhan orang warga Cenggu yang merangsek hingga ke persawahan berhasil memaksa warga Nisa mundur. Bahkan warga Nisa mundur hingga melewati parit diantara kedua desa. Namun kondisi itu berubah setelah warga Nisa kembali melakukan penyerangan sehingga memaksa warga Cenggu mundur hingga dekat dengan wilayah pemukimannya.

Massa dari Desa Nisa dengan cepat merangsek masuk ke Desa Cenggu yang sejak kemarin dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Akibat serangan itu, dua unit rumah masing-masing milik Kepala Desa dan warga setempat terbakar hebat. Penyerang juga berhasil melakukan pengerusakan terhadap sejumlah rumah lainnya yang berada di pinggir perkampungan.

Dilaporkan juga tiga orang menjadi korban dalam bentrokan hari ini. Warga Cenggu yang masing-masing bernama Sudirman (28), Supriadin (29), dan Ruslan (52) diduga mengalami luka tembak sehingga harus dilarikan ke RSUD Bima.

Berdasarkan pantauan terakhir pada pukul 15.00, ketegangan antara kedua kubu masih berlangsung. Warga Cenggu yang marah atas jatuhnya korban bergerak untuk menyerang balik. Saat ini dilaporkan para warga masih berkumpul di depan Mapolsek Belo untuk mempertanyakan lengahnya penjagaan aparat sehingga warga Tente bisa merangsek masuk ke dalam perkampungan.[BQ/B]

(Berita ini akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan di lapangan)
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *