‘Bos Besar’ Masih Mendiami Kasus PDAM

Kabuipaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima, H. Zulkarnain, ST, selaku ‘bos besar’  PDAM Bima masih akan memberikan pembinaan untuk kembali memperbaiki perusahaan air minum di Bima tersebut.

Bupati Bima, H. Ferri Zulkarnaen, ST

Bupati Bima, H. Ferri Zulkarnaen, ST

Kepada wartawan di Sekretariat  DPRD Kabupaten Bima, Senin (26/8) lalu, Bupati mengakui banyak masalah di dalam manajemen PDAM. Salah satunya jumlah karyawan yang tidak sesuai dengan aturan. Jumlah karyawan PDAM lebih banyak dibandingkan pelanggan, sehingga pendapatan tidak sebanding dengan biaya operasional dan gaji karyawan.

Masalah jumlah karyawan, diakui Bupati belum dapat bersikap, karena banyak hal yang perlu dipertimbangan dari segi kemanusiaan, apalagi di tengah kehidupan saat ini. Kalau karyawan kemudian disikapi dengan tegas untuk dirasionalisasi maka, kemana lagi karyawan tersebut nanti mencari pekerjaan.

Selain masalah karyawan, juga kaitannya dengan masalah teknis, khususnya masalah kondisi meteran air yang dinilai tidak layak lagi. Pelanggan kini membayar tidak sesuai dengan pemakaian air karena masalah pada meterannya. Dengan masalah-masalah yang ada, ke depan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga PDAM dapat lebih sehat secara keuangan dan dalam manajerialnya.

Untuk menyehatkan PDAM, menurut Bupati perlu dilakukan penambahan penyertaan modal. Untuk tahun ini, PDAM disertakan modal guna pengadaan meteran air, sehingga pemakaian air oleh pelanggan dapat diketahui secara pasti. Dengan demikian, perhitungan keuntungan dapat lebih maksimal.

Selain perbaikan metera air, Bupati juga mengisyaratkan perlu adanya perbaikan sejumlah jaringan sudah tidak layak.  Untuk memperbaiki itu semua, perlu disuntik dana segar. “Pastinya setelah semua diperbaiki, PDAM akan mampu memberikan sumbangsih bagi daerah dan pelayanan pada pelanggan akan lebih baik lagi,” kata Bupati. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *