BPN Dituding Sarang Mafia

Kabupaten Bima, Kahaba.- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima, jadi sasaran protes warga  lantaran balik nama sertifikat tanah tak kunjung diterbitkan, Rabu (29/08/13). Bahkan, H. Fadil, salahseorang pemilik sertifikat yang belum juga diterbitkan, mengamuk di kantor setempat. Dia Menuding BPN setempat sarang Mafia.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut pengakuan H. Fadil, administrasi untuk penerbitan sertifikat diurus sejak empat bulan lalu. Demikian terkait semua biaya administrasinya sudah dipenuhi. “Saya heran jangka waktu empat  bulan ini sertifikat belum juga diterbitkan,” tandas pria asal Desa Naru Kematan Woha itu.

Anehnya lagi, Kepala BPN Kabupaten Bima, Drs. H. Wijaya, SH tidak pernah mau ditemui pihak H. Fadil yang ingin menanyakan alasan tidak diterbitkannya sertifikat tanah. “Apa alasannya tidak jelas, padahal semua administrasi dan biaya sesuai petunjuk pihak BPN sudah saya penuhi,” ketusnya. “Kalau memang BPN butuh uang tambahan, bilang dong,” sambung H. Fadil kesal.

Dia kecewa pelayanan BPN yang menurutnya tidak maksimal. Syarat-syarat balik nama sertifikat milik ayahnya sesuai ketentuan yang disodorkan pihak BPN, sudah dipenuhi. Termasuk pernyataan persetujuan dari seluruh saudara yang ada, akta notaris, dan surat keterangan dokter terkait kondisi kesehatan salah satu saudarinya.

Setelah keterangan dokter sudah dipenuhi, kata H. Fadil, oleh pihak BPN meminta lagi keterangan dari Direktur RSUD Bima. “Saya sudah bertemu dengan Direktur RSUD Bima, dr. H. Ali dan menurutnya hanya dengan keterangan dokter puskesmas sudah sama sahnya,” kata H. Fadil. “Administrai dan biayanya sudah dipenuhi, lalu apa yang kmasih kurang sampai sertifikat saya belum juga diterbitkan,” tanya dia heran.

H. Fadil menuding ada sesuatu yang dimainkan pihak BPN Kabupaten Bima.
Kepala BPN Kabupaten Bima, Drs. H. Wijaya, yang berusaha dikonfirmasi Kahaba, tidak dapat dihubungi. Petugas keamanan (security) BPN,  Indah, mengaku jika Wijaya sedang keluar daerah. Pas Kahaba kembali ingin mengkomfismasi lagi, Kepala BPN seolah tak ingin berurusan dengan wartawan. “Bapak tidak bisa diganggu,” kata seorang stafnya, Jum’at, 30 Agustus 2013. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *