Senggol di Orgen Tunggal, Mahasiswa dan Warga Bentrok

Kota Bima, Kahaba.- Warga Kelurahan Mande dan sekelompok Mahasiswa STKIP Bima terlibat bentrok. Konflik itu disebabkan karena adanya gesekan saat joget di acara orgen tunggal yang digelar di Lingkungan Mande I Kelurahan Mande Kota Bima, Kamis malam (29/8/2013) kemarin. Kejadian itu mengakibatkan mahasiswa mengalami luka tusuk d ibagian lengan kirinya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Rumah warga Kelurahan Mande pun menjadi sasaran bentrokan dua kubu itu, Keduanya saling serang dengan batu bahkan terdengar letusan suara mirip senjata api yang diduga dari arah dalam kampus STKIP Bima.

Kedua kelompok itu akhirnya pagi tadi menggelar pertemuan dan sepakat untuk berdamai. Terlihat pula, puluhan anggota kepolisian masih berjaga-jaga di depan STKIP Bima hingga Jum’at sore (30/8/2013).

Kronologis kejadian, sekita pada pukul 01.00 Wita, tiba-tba korban (Mahasiswa) yang sedang berjoget diserang oleh seseorang yang di duga warga setempat dengan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka robek di bagian lengan kirinya.

Sesaat itu korban dilarikan ke RSUD Bima dan pertunjukan orgen tunggal tetap dilanjutkan. Sekitar pukul setengah dua dini hari, sekelompok mahasiswa dari arah kampus mendatangi kegiatan orgen tunggal itu. Mereka menanyakan pelaku penusukkan terhadap rekannya itu.

Warga dan tokoh masyarakat langsung berdialog dengan kelompok mahasiswa untuk mencari solusi pertikaian itu. Tiba-tiba hujan batu entah datang dari mana, memprovokasi warga dan mahasiswa yang langsung saling kejar. Keduanya saling melempar batu dan kayum kea rah yang berlawanan.

Mahasiswa terdesak di dalam kampus STKIP Bima tapi tetap melakukan perlawanan dan terdengar pula suara letusan senjata api. Sesaat itu pula, dua mobil truk pasukan Dalmas dari Polres Bima Kota melerai bentrokan itu. Bentrok pun usai, warga terlihat memblokir jalan dengan batu dan tumpukan kayu.

AKBP Kumbul KS SH, S.IK, Kapolres Bima Kota mengatakan, bentrokan terjadi karena saling senggol antara penjoget di acara orgen tunggal, Korban saat itu salah seorang mahasiswa yang akhirnya mengalami luka karena benda tajam.

Kata Kumbul,  polisi sudah mengupayakan dari kedua belah pihak untuk  saling islah dan damai. Akhirnya, terang Kumbul, kedua kubu sepakat berdamai tadi pagi di kantor Polres Bima Kota, Jum’at pagi, 30 Agustus 2013. “Untuk masalah hukumnya masih kami dalami lebih lanjut,” katanya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *