Senpi Rakitan Didesak untuk Dirazia

Kota Bima, Kahaba.- Keberadaan Senjata Api (Senpi) rakitan di tangan warga sipil menjadi fenomena yang meresahkan tatanan kehidupan. Senpi rakitan selalu mewarnai setiap konflik yang muncul di Bima dari beberapa kasus terakhir ini. Bahkan, Faktanya, Jum’at (30/8/2013) senpi rakitan dari tangan pemuda belasan tahun  telah ‘mengambil’ nyawa seorang wanita di kos-kos yang terletak di bilangan Kelurahan Mande.

Drs. H. Muhtar Yasin, M.Si. KEtua Komisi A DPRD Kota Bima.

Drs. H. Muhtar Yasin, M.AP. Ketua Komisi A DPRD Kota Bima.

Kasus itu menjadi sorotan semua pihak. Razia senpi rakitan pun mulai di wacanakan dan didesak untuk segera dilakukan. Demi stabilitas daerah, Ketua Komisi A DPRD Kota Bima, Drs. H. Mukhtar Yasin, M.AP pun angkat bicara kepada kuli tinta. Diruangannya, Sabtu (31/8/13) Muhtar mengatakan, perlu ada langkah tegas dari pihak kepolisian untuk melakukan razia terhadap peredaran senpi di Bima.

“Maraknya peredaran senpi sudah sangat meresahkan kehidupan di tengah-tengah masyarakat,”katanya.

Kata Muhtar, siapapun yang memegang senpi baik rakitan dan senpi pabrikan tanpa izin harus segera di tindak. Karena keberadaan barang itu, selain ilegal tentu akan mengancam nyawa manusia.

“Kota Bima bukan daerah liberal yang dibebaskan peredaran senpi. Untuk itu pihak keamanan negara harus segera membersihkan keberadaan senpi pada warga sipil, terutama di daerah-daerah konflik,” ujar Ketua Yayasan STISIP Mbojo Bima itu.

Bila perlu, lanjut Ketua PBB Kota Bima itu, setiap rumah yang diduga menyimpan senpi digeledah dan pemiliknya di hukum. Dalam kasus konflik mahasiswa STKIP dan Warga Mande dengan adanya isu senpi yang beredar di kampus harus segera dilakukan razia. “Sudah banyak kasus dan nyawa yang melayang percuma dari peredaran senpi yang tidak terkontrol ini. Semestinya aparat harus belajar dari beberapa kasus yang ada,” pungkasnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *