Bulog Jual Raskin Busuk, Warga Protes

Bima, Kahaba.- Tak ingin terus membiarkan ulah Bulog Divre II Kabupaten Bima yang diduga menjual beras miskin (Raskin) busuk, puluhan warga Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Senin (2/09) menggelar aksi tutup jalan. Aksi menutup jalan negara lintas Bima – Mataram itu pun nyaris bentrok dengan sejumlah pengguna jalan dan aparat kepolisian.

Massa Gerak Madapangga memprotes pihak Bulog Divre II Bima karena menjual beras busuk

Massa Gerak Madapangga memprotes pihak Bulog Divre II Bima karena menjual beras busuk

Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) itu menilai kualitas raskin yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Tidak hanya itu, berat bersih dari raskin yang disalurkan ke Desa – Desa, kurang dari  kapasitas jumlah yang diminta.  Dalam satu karung kecil yang mestinya seberat 15 kg, kala ditimbang justru beratnya berkurang menjadi 14 hingga 12 kilogram.

Korlap aksi Rizal menegaskan, temuannya bukan indikasi lagi, tapi bukti yang ditemukan di lapangan. Pihak Bulog dengan sengaja mengucurkan beras raskin yang tidak layak dikonsumsi. “Pokoknya, Raskin yang didistribusikan busuk dan bau. Juga tidak memenuhi standar kapasitas. Seharusnya pemerintah bersihtegas untuk menindak lanjuti,” tegasnya.

Selain itu, massa gerak meminta kepada pemerintah segera bertindak  terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kepala Bolug. Bila perlu, Pemerintah segera mencopot Kepala Bulog Cabang Bima yang menyalurkan beras busuk kepada masyarakat penerima raskin.

Mewarnai aksinya, salah seorang massa melakukan cap darah agar pemerintah bisa segera melirik dan mengatasi masalah tersebut. Kemudian massa membakar beras raskin yang disalurkan itu. “Selama ini kami terpaksa makan beras busuk. Kami sudah tidak ingin mengkomsumsinya,” katanya.

Salah seorang warga penerima Raskin pun memprotes, Ibu Putri mengaku beras yang dimakan itu busuk dan timbangannya kurang. Yang biasanya 15 kilogram dalam satu karung, malah berkurang. Dirinya pun meminta agar pemerintah memperhatikan ulah Bulog tersebut.

Pantauan Kahaba, massa hendak menutup jalan alternatif dihalau aparat. Mobil pun nyaris dilempar massa karena menerobos jalan yang sudah diblokir. [B]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *