H. Bobi Klarifikasi Perseteruannya dengan H. Zakaria,

Kota Bima, Kahaba – Perseteruan antara H. Zakaria dan H. Bobi (Sidran), dimana keduanya saling melapor di Kepolisian Resort Bima Kota atas dugaan penganiayaan belum lama berlalu. Terkait hal tersebut, Pada hari Selasa (2/9/2013) H. Bobi mengklarifikasi kronologis pertentangan kedua tokoh itu.

Ilustrasi. Gambar Yustisi.com

Ilustrasi. Gambar Yustisi.com

Jelas Bobi kepada Kahaba melalui sambungan telepon, awalnya H. Zakaria yang ingin menjadi Calon Walikota Bima melobi Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaen yang saat itu di jabat oleh dirinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kota Bima. Kata Bobi, H. Zakaria sanggup membayar senilai Rp 250 juta.

Dalam perjalanan transaksi politik itu, H. Bobi telah menrima uang H. Zakaria senilai Rp 50 juta rupiah tanpa komitmen pengembalian jika gagal. Namun, dengan PNI Marhaen saja tentu tidak cukup syarat kendaraan menjadi Calon Walikota. H. Zakaria yang berkomitmen dengan Gerindra di bawah kendali Sukirman akhirnya pecah dan dulu sempat H. Zakaria melapor ke pihak kepolisan.

Mendengar kasus itu, H. Bobi berniat mengembalikan uang senilai Rp 50 juta tersebut karena tak bersangkut paut dengan persoalan hukum. Namun, oleh H. Zakaria uang itu di tolak karena memang hubungan mereka sudah baik dan H. Zakaria masih berkeinginan untuk menggunakan PNI Marhaen sebagai kendaraan politiknya. “Karena keingianan H. Zakaria begitu kuat, Saya pun menagih sisa uang yang Rp 200 juta itu,” tandasnya

Lanjut Bobi, pasca Pilkada, di mana H. Zakaria tak lagi bisa menjadi Calon Walikota, rupa-rupanya uang itu kembali di tagih. Oleh anak buah H. Zakaria, H. Bobi terus didesak dan di datangi berkali-kali untuk mengembalikan uang Rp 50 juta tersebut. “Intinya, Saya akan bayar uang itu, namun saya tidak memiliki uang saat ini. Dan uang itupun sudah saya serahkan ke pengurus wilayah sebesar Rp 30 juta,” ujar Bobi pada Kahaba.

H. Bobi pun mengeluh karena komitmen H. Zakaria yang harusnya membayar Rp 250 juta tak kunjung tiba. Karena ingkar komitmen dengan pengurus wilayah, dan karena menyetor Rp 30 juta saja H. Bobi mengaku telah dipecat oleh partainya.

Saudagar di Kelurahan Kolo itu pun melanjutkan, dirinya tetap berusaha mencari uang dan mengembalikan milik H. Zakaria. Alhasil, beberapa bulan yang lalu usai Pilkada, H. Bobi mengembalikan uang H. Zakaria Rp 25 juta rupiah. “Mungkin karena memiliki sisa, anak buah H. Zakaria pun tetap menagih pada saya yang sisanya Rp 25 juta itu,” pungkas Bobi.

Kejadian naas pun tak terelakkan. Selasa sore (20/8/13) lalu, anak buah H. Zakaria yang mengaku belum menerima uang sama sekali dari H. Bobi sebagaimana keterangan H. Zakaria kembali mendatangi H. Bobi. “Saat itu langsung Saya katakan, kalau saya sudah mengembalikan Rp 25 juta ke H. Zakaria,” kata Bobi.

Seketika itu pun, anak buah H. Zakaria menelepon bosnya dan tiba-tiba 20 menit setelah itu, H. Zakaria tiba di Kolo. “Karena merasa terancam. Saya pun menelepon pihak Polsek Asakota dan meminta bantuan angkatan Laut di Kolo,” tuturnya.

Klarifikasi uang itu pun sudah jelas. H. Zakaria mengaku sudah menerima yang Rp 25 juta di hadapan anak buahnya. Ketika membahas penyelesaiannya yang sisanya, H. Zakaria hanya berdua saja di dalam ruang tamu rumah H. Bobi. Sedangkan anak buah dan polisi berada di luar keramaian di depan rumah H. Bobi.

“Pas saya bilang H. Zakaria seharusnya jangan berbohong pada anak buahnya kalau belum menerima uang padahal sudah saya serahkan senilai Rp 25 juta, apalagi sudah pergi Haji. Mendengar ucapan itu, tiba-tiba emosi H. Zakaria memuncak. “Dia (Zakaria) mencaci maki dan menghardik saya lalu melempari dengan asbak. Karena emosi, kami pun akhirnya baku hantam. Mulut saya pun bengkak karena kejadian itu,” jelas Bobi via handphonenya.

“Intinya, tidak mungkin saya memukul orang tua di rumah Saya sendiri, jikalau H. Zakaria tak bermain fisik duluan. Dan tidak benar kalau pun Saya melempar H. Zakaria dengan asbak,” ujar Bobi.

Sedangkan H. Zakaria beberapa waktu lalu mengatakan, awalnya, dirinya ingin menagih uang partai ke H. Bobi. Namun, H. Bobi yang juga pengurus teras Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme mengaku uang itu sudah diserahkan ke pengurus wilayah di Mataram. “Saya menagih uang, namun Saya di pukul oleh H. Bobi di rumahnya,” kata Pengurus teras Gerindra Kota Bima itu, dikediamannya beberapa waktu lalu.

Kejadian ini pun diakui pihak Kepolisian Resort Bima Kota. Kapolres yang dikonfirmasi Kahaba mengatakan benar terjadi penganiayaan antara H. Bobi dan H. Zakaria. “Keduanya saling lapor. H. Bobi di Polsek Asakota, sedangkan H. Zakaria di SPK Polres Bima Kota,” ujar Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, S.IK, SH, Selasa sore (20/8/13) lalu. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *