Bocah Perempuan 6 Tahun Diculik, Ibu Histeris

Kota Bima, Kahaba.- Pengunjung tempat praktek dr. Ali di Kelurahan Rabangodu Utara mendadak geger setelah mengetahui Fira (6), bocah perempuan anak dari salah seorang pengunjung hilang pada Rabu (4/9/2013) malam. Menduga putrinya diculik, ibu sang anak pun histeris.

Fira, bocah berusia enam tahun (sebelah kiri) hilang pada Rabu malam. Foto: Dedi

Fira, bocah berusia enam tahun (sebelah kiri) diduga hilang pada Rabu malam. Foto: Dedi

Putri dari pasangan Nurmi dan Sudirman ini, pada pukul 20.00 WITA mendadak tidak bisa di temukan oleh orang tua dan keluarga yang mencarinya. Terakhir kali, bocah perempuan yang bernama Fira itu sedang bermain di halaman rumah sekaligus tempat prakter kedokteran dr. Ali di depan SMA Negeri 1 Kota Bima.

Berdasarkan penuturan Nurmi, Fira yang berusia enam tahun ini sebelumnya ikut menyertai kedua orangtuanya yang mengantarkan neneknya berobat di dokter Ali. Sambil menunggu pemeriksaan dokter, Fira dibiarkannya bermain di halaman tempat praktek itu.

“Saat itu saya lihat dia (Fira, red) sedang menirukan gaya orang gerak jalan, lalu lima menit kemudian ia tidak terlihat,” ujar ibu yang tinggal di RT 13 RW 03 Lingkungan Wadumbolo Kelurahan Dara sambil terisak.

Tangis ibu korban pun pecah setelah mencarinya dimana-mana namun tak kunjung mendapatkan kabar keberadaan anaknya. Bahkan informasi terakhir yang diperoleh di tempat kejadian, Fira diduga telah dibawa oleh seorang yang tidak dikenal dengan menggunakan sepeda motor dan melintas di wilayah Kelurahan Penaraga

Bocah yang biasa disapa Fira tersebut ciri-cirinya berkulit gelap dan sedang memakai baju bercorak loreng sesaat sebelum menghilang. Kepada masyarakat yang menemukannya, pihak keluarga mengharapkan agar dapat mengantarkannya ke rumah, atau menghubungi kantor polisi terdekat. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *