FRAT ‘Goncang’ Pasir Besi di Wera

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Front Rakyat Anti Tambang  (FRAT) dan Himpunan Mahasiswa Bima Makasar kembali menggelar unjuk rasa penolakan tambang pasir besi, Rabu (4/9/13).  Sekitat 17 orang massa aksi menggelar demonya di depan kantor PT Jagad Mahesa Karya (JMK) dan  Kantor Camat Wera.

Aksi bakar ban sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran tambang pasir Besar di wilayah Kecamatan Wera. Foto: Cen

Aksi bakar ban sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran tambang pasir Besar di wilayah Kecamatan Wera. Foto: Cen

Demo itu pun di warnai  aksi bakar ban sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran tambang pasir Besar di wilayah Kecamatan Wera.

Kordinator Aksi, Hendra Umar mengatakan, tolak pertambangang pasir besi di Wera dan mendesak pemerintah daerah yaitu Bupati bima H. Fery Zulkarnaen, ST agar mencabut SK.188.45/345/004/2010 yang diberikan kepada PT Jagad  Mahesa Karya. FRAT pun mendesak Camat Wera agar menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Bima bahwa rakyat Wera menolak pertambangan.

“Kami tidak butuh kesejahteraan dari sektor tambang dan kami ingin orang asing yang mencari keuntungan dari alam di wera segera angkat kaki,” ujar Hendra dalam orasinya.

Di depan kantor camat, massa aksi pun langsung di terima Sulfan Akbar, S.Sos, Camat setempat. Kata Sulfan, terkait semua aspirasi dan tuntutan FRAT, pihaknya sudah mengirim laporan secara tertulis pada hari Rabu (28/8/13) lalu kepada Pemerintah Kabupaten Bima dalam hal ini langsung ke Bupati.

“Untuk setiap aspirasi, kami hanya membuat laporan secara tertulis untuk sebagai mediator aspirasi masyarakat kecamatan. Pihak PemKec Wera bukanlah pengambil keputusan atas kebijakan Bupati terkait hadirnya tambang pasir besi ini,” terangnya.

Aksi itupun diamankan aparat setempat dan berlangsung damai. [C/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *