Bagi BLSM, Pegawai Pos ‘Tinju’ Warga

Kota Bima, Kahaba.- Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di kantor PT Posindo unit  RasanaE Barat, Jalan gajah Mada Tolomundu Kota Bima, diwarnai pemukulan yang dilakukan pegawai terhadap salah seorang warga. Meski berujung damai, namun kasus itu sempat mampir ke ‘meja’ pihak Kepolisian.

Penerima BLSM yang ‘ditinju’ pegawai pos saat mengadu di kantor polisi, Selasa, (3/9/13). Foto: Cen

Penerima BLSM yang ‘ditinju’ pegawai pos saat mengadu di kantor polisi, Selasa, (3/9/13). Foto: Cen

Pantauan Kahaba, kejadian pemukulan yang tidak semestinya terjadi di tengah penyaluran bantuan bagi masyarakat miskin itu, terjadi Selasa (03/09/13) sekitar pukul  11.15 Wita. Valen, warga Lingkungan Waki Kelurahan Manggemaci, diduga mendapat bogem mentah dari ‘kepalan’ Abdul Haris, pegawai Kantor PT Posindo setempat.

Tidak terima perlakuan Abdul Haris, Valen pun melaporkan penganiayaan tersebut  ke pihak Kepolisian. Dengan membawa serta istri, anak, ibu, dan sejumlah saksi lainya,  kepada pihak Kepolisian Valen mengaku telah dipukul abdul haris sebanyak dua kali di bagian wajah. Abdul Haris memukul Valen saat sejumlah warga berdesak-desakan mengantri pendaftaran penerima BLSM di kantort Posindo setempat.

Valen yang masih muda itu, tidak melawan mengingat Abdul Haris merupakan pegawai yang usianya jauh lebih tua. Namun, insiden itu spontan membuat ibunya menangis dan meminta segera melaporkan pegawai pos tersebut ke Polisi.
Setelah dilakukan visum terhadap Valen, Abdul Haris pun dijemput Polisi di kantor Posindo untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan, Abdul Haris memukul karena emosi setelah Valen menunjuk-nunjuk wajahnya sembari mengatai dirinya sebagai petugas yang tidak becus. Saat itu, Abdul Haris sedang repot mengurusi warga yang membludak di depan meja pegawai pendataan. Dia mengamuk dan memukul wajah korban hingga dua.

Sementara itu, Valen berkelit bahwa pemukulan atas dirinya terjadi saat ia menegur Abdul Haris yang dianggapnya kasar terhadap warga pengantri BLSM yang sudah renta. Teguran Valen tidak diterima Abdul Haris hingga dirinya dipukuli.
Entah siapa yang benar, namun insiden pemukulan oleh pegawai Pos Bima dan penerima BLSM tersebut sangat mencoreng citra abdi negara yang nota bene merupakan pelayan masyarakat. Pegawai pemerintahan, entah itu pegawai pos atau pegawai lainya, tidak sepatutnya melakukan tindak penganiayaan terhadap masyarakat yang harus mereka layani.

Kasus pemukulan itu akhirnya berujung damai. Pelaku meminta maaf pada korban di Mapolresta Bima Kota. [C]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *