Penembakan Anis, Polisi Gelar Rekonstruksi

Kota Bima, Kahaba.- Polisi menggelar rekonstruksi ulang di tempat Kejadian Perkara (TKP)  terkait pembunuhan terhadap Anis. Rekonstruksi berlangsung di rumah kost, Lingkungan Mande I, Kelurahan Mande, Kamis (5/9) sekitar pukul 10.30 Wita.

rRekonstruksi kasus penembakan Anis, Kamis, 5 September 2013. Foto: Buser

rRekonstruksi kasus penembakan Anis, Kamis, 5 September 2013. Foto: Buser

Reka ulang berjalan aman, saksi-saksi pun hadir saat itu. Tak ada protes dari pihak keluarga dan polisi mengerahkan hampir 50 pasukan, lengkap dengan intel dan buser yang berpakaian ‘preman’.

Dari proses reka ulang itu, diceritakan korban datang bersama rekannya, Rossi,  ke kamar kost tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Di dalam kamar ternyata ada beberapa teman pelaku. Saat reka ulang, Rossi mengaku tidak mengenal saksi lainnya dan hanya mengenal korban saja.

Senjata Api (senpi) rakitan milik Alfian Rizali tersimpan di bawah tempat tidur, Saat itu, korban dan saksi lainnya bercanda seperti tak ada masalah yang muncul, Saat reka ulang itupun, isu adanya pesta Minuman Keras ternyata tidak terjadi. Yang ada hanyalah makanan ringan dan minuman bersoda saja.

Dari keterangan Rossi, korban menegur pelaku agar tidak main- main dengan senpi. Saat itu pun sudah mau mendekati waktu sholat Jum’at. Beberapa saat setelah teguran dari Anis, tiba-tiba terdengar senpi yang saat itu dipegang oleh Mulyadin meledak. “Tak ada satupun orang di dalam ruangan bersuara. Kami kaget dan shook,” kata Rossi.

Reka ulang berlanjut di halaman kos. Dipraktekkan pula, pelaku membawa korban dengan menggunakan motor bersama seorang saksi. Mereka membawa Korban ke RUSD Bima. Posisi korban terbaring di tengah dengan darah yang terus berkucuran.

Kasat Reskrim Polres Bima-Kota AKP Agus Dwi Ananto SH usai rekonstruksi mengatakan, seluruh adegan reka ulang sesuai sudah sesuai dengan keterangan para saksi dan pelaku. “Tidak ada adegan yang baru, seluruhnya sesuai hasil penyelidikan,” kata Agus.

Isu adanya pesta miras, Agus membantahnya. “Saat ini, Kami masih menelusuri siapa yang memegang senpi pasca kejadian penembakan itu,” pungkasnya kepada Kahaba, Kamis, 5 September 2013. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *