Diklat Penguatan Kapasitas Perajin Tenun, Digelar

Kota Bima, Kahaba.- Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan perajin tenun Kota Bima, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima bekerjasama dengan Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menggelar Kegiatan diklat dilaksanakan di hotel Lila Graha. Acara yang di buka oleh Wakil Walikota Bima itu mulai dihelat pada hari Kamis 5 September dan berakhir pada tanggal 9 September mendatang.

Ilustrasi

Ilustrasi

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dalam sambutannya yang disampaikan melalui Kabag Humas dan Protokol, Drs. Is Fahmin mengatakan kerajinan tenunan merupakan salah satu produk unggulan Kota Bima. Tenun ikat Bima pernah dikenakan oleh kepala-kepala negara dalam pertemuan APEC di Bali pada tahun 2008. Termasuk dikenakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat menyampaikan visi misinya sebagai calon presiden di hadapan anggota Kadin pada Pemilu Pilpres tahun 2009. “Hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bahwa daerah kecil di ujung timur NTB ini memiliki segudang potensi alam dan budaya yang dapat dikembangkan,” ujarnya.

Saat ini, ia mengaku, menurut daftar Dinas Koperindag Kota Bima, terdapat 1.500 perajin tenun di seluruh wilayah Kota Bima. Mereka tersebar di beberapa kelurahan, meliputi Ntobo, Rabadompu Barat, Rabadompu Timur, Oi Fo’o, Nitu, Lelamase, Kumbe, dan Nungga. Dari 1.500 perajin tenun ini, dibentuk 170 kelompok perajin. Banyak instansi maupun organisasi pula yang terlibat dalam pengembangan potensi kelompok perajin tenun tersebut, antara lain Dinas Koperindag Kota Bima, PKK, GOW, serta Dekranasda Kota Bima. “Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, kami menaruh harapan besar, bahwa kedepannya tenun ikat Bima akan mampu mendapat tempat dalam pasaran yang lebih luas,” ucapnya.

Harus diakui bahwa peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sangatlah besar. Terbukti hampir seluruh usaha yang ada di Kota Bima merupakan UMKM. Kenyataan inilah yang mendorong Pemerintah Kota Bima untuk terus konsen mengembangkan dan memajukan UMKM yang ada di Kota Bima. Tentunya kesemua ini menjadi bentuk dari tumbuhnya geliat ekonomi Kota Bima, khususnya tumbuh kembangnya koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Hal ini tidak terlepas dari terus meningkatnya kapasitas masyarakat, yang di antaranya tercapai berkat pembinaan dari berbagai stake holders, misalnya Dinas Koperindag, TP PKK, serta dinas-dinas lainnya. “Hendaknya kondisi ini menjadi salah satu kesempatan kita untuk mampu berbenah diri dalam mengasah seluruh kemampuan dan potensi  diri yang ada, sehingga nantinya Kota Bima akan mampu menjadi kota yang sesungguhnya, yaitu memiliki sektor basis berupa industri dan jasa,”, harapnya.

Pemerintah Kota Bima telah dan akan tetap berupaya agar UMKM menjadi kuat dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menyelenggarakan program-program pengembangan usaha-usaha mikro kecil dan menengah dalam bidang produksi, pemasaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan pengembangan permodalan usaha mikro kecil dan menengah.

Khusus untuk industri tenun, pemasarannya juga sangat menggembirakan, setiap ada event nasional, rombongan Pemerintah Kota Bima selalu melakukan promosi dengan membawa dan memamerkan tenunan Bima. Respon yang didapat juga sangat baik, terbukti dengan banyaknya kontingen daerah lain yang tertarik. “Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menemukan upaya terobosan untuk lebih memacu pengusaha tenun dan meningkatkan kreasi-kreasi tenun khas Bima,” katanya.

Fahmin juga mengaku, Dirjen IKM Wilayah III, Hasbi A. Siddiq Syamsuddin, yang menghadiri acara tersebut menyampaikan, kunci sukses adalah serius, semangat, dan disiplin, yang dibarengi dengan keikhlasan. “Peserta pelatihan harus memiliki keempat hal penting tersebut,” tuturnya.

Kata dia, perhatian pimpinan daerah dalam memajukan IKM dan mengembangkan wirausaha adalah salah satu faktor mengapa Kota Bima dipilih sebagai salah satu tempat pelaksanaan pelatihan oleh Direktorat IKM. Dalam pelatihan tersebut juga diberikan materi teori dan praktek kewirausahaan. Kepada para peserta, kiranya dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

Peserta juga diharapkannya bisa kreatif dan inovatif, tidak semestinya peserta menerima begitu saja apa yang telah diberikan oleh instruktur, tetapi jika memiliki pengetahuan, kreasi, dan inovasi, akan lebih bagus jika disampaikan kepada instruktur, sehingga ada saling mengisi antar instruktur dan peserta,” tandasnya. [BK/Adv]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Akbar PAN Bima

    Program pemberdayaan usaha kecil dan wirausaha lokal di Kab & Kota Bima harus disertai Proses awal identifikasi, pendataan pencatatan dalam suatu database ukm pada dinas koperasi&ukm; data tersebut melambangkan ukm kop mana saja yang pernah dibantu, mana yang belum, berikan akses informasi tiap adanya program bantuan modal dsb; jadikan acuan yang sistematis dan di evaluasi tiap 2 kali setahun, dprd & pemkab/pemkot juga harus menerbitkan PERDA TENTANG PENUMBUHKEMBANGAN KOPERASI DAN UKM YANG DETAIL, Sudah tiba saatnya ada upaya penyeimbangan gap pendapatan dan kesejahteraan antara sektor non formal dengan sektor formal (guru & pns) demi keadilan kesejahteraan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *