Oknum Caleg Golkar ‘Ringan Tangan’ ke Mantan Istrinya

Kota Bima, Kahaba.- I (40), warga Kelurahan Mande kini harus berurusan dengan aparat hukum lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya. I yang juga salah seorang Caleg dari Partai Golkar itu sudah sejak tahun 1999 lalu bercerai dengan Nurbaya. Anak mereka, Farid, diduga menjadi sebab obyek perkara tersebut.

Ilustrasi

Ilustrasi

Nurbaya (42), mantan istri I menjelaskan kronologis kejadian. Awalnya, jelas Nurbaya, Jum’at malam (6/9/13) sekitar pukul setengah sepuluh, Ia mendatangi mantan suaminya yang tinggal di Lingkungan Mande Dua, Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda. Saat di rumah mantan suaminya, Nurbaya terlibat cekcok dengan I. Nurbaya ingin melihat anaknya, Farid (17) yang selama ini tinggal dengan Bapaknya.

Nurbaya yang juga warga Lingkungan Mande I itu melanjutkan, dirinya mendengar kalau anaknya sering dianiaya oleh I dan tidak mendapat perhatian yang terlalu oleh Ibu tirinya. Nurbaya pun menceritakan, kalau Farid sering membawa pakaian dan ingin tinggal dirumahnya. Karena diketahui oleh I, Farid di panggil dan dipukul oleh I hingga mengalami luka memar dibagian punggung, dada dan tangan. “Saya kabar kabar Farid dipukul dari cerita tetangga. Karena itu, saya ke rumah Bapak Farid untuk melihat kondisi anak Saya,” ujarnya, Senin (9/9/13) pada Kahaba.

Setiba di rumah I, lanjut Nurbaya, dirinya mengomel dan mengajak Farid tinggal bersamanya. Namun oleh I, tak mengijinkan kalau Farid tinggal bersama dirinya. “Cekcok itu pun berujung hingga Farid di tarik ke kiri kanan oleh Saya dan Bapaknya,” tutur Nurbaya.

Ia mengaku, keadaan itu membuat I naik pitam. Akahirnya, I diduga menganiaya dirinya hingga sampai memukul dengan sapu dan kayu. “Seluruh badan, terutama tangan kanan dan pinggang kiri saya memar-memar,” keluh Nurbaya sembari menunjukkan luka yang dialaminya.

Mendapat perlakuan dari I, Jum’at malam itu dirinya langsung melaporkan kelakuan Ismail ke Polisi.

Nurbaya pun mengungkapkan, dirinya sudah cerai dengan I sejak tahun 1999 lalu. Selama ini, anaknya Farid tinggal bersama I dan ibu tirinya.  “Farid tidak diperhatikan oleh Ibu tirinya dan saya harapkan dengan kejadian itu, I dapat di hukum seberat-beratnya,” tandasnya.

Kapolsek Rasanae Barat, KOMPOL H. Nurdin mengakui kejadian tersebut. “Kami telah menerima laporan penganiayaan tersebut, dan sampai saat ini sudah memeriksa dua orang saksi. Hari ini (Senin, 9/9/13) jadwal pemeriksaan untuk terlapor (I),”jelas Nurdin pada Kahaba. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *