Kecelakaan di Dadibou, Dua Tewas dan Dua Kritis

Kabupaten Bima, Kahaba.– Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Dadibou Kecamatan Woha pada Selasa (17/9/2013) sore. Dua orang dilaporkan tewas, sementara dua orang lainnya dirawat intensif di RSUD Bima karena kritis.

Korban kecelakaan maut di ruas jalan Dadibou. Foto: Bob

Korban kecelakaan maut di ruas jalan Dadibou. Foto: Bob

Insiden tabrakan sepeda motor  yang terjadi di Desa Dadibou tepatnya di depan SMPN 2 Bima itu berakhir tragis. Lima orang menjadi korban setelah sepeda motor yang dinaiki oleh tiga orang remaja bertabrakan dengan sepeda motor lainnya.

Tiga orang lain, masing – masing atas nama M. Sadam  (20), Agus (17), dan Andri (19) warga Desa Pandai Kecamatan Woha, Kabupaten Bima awalnya diketahui mengendarai sepeda motor bermerek Supra dengan berboceng tiga.

Mereka hendak bermain sepak bola ke Desa Baralau. Namun entah bagaimana ceritanya, motor yang dipacu melebihi kapasitas penumpang itu bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Ferry, warga Desa Renda Kecamatan Belo yang tengah membonceng adiknya dengan menggunakan motor jupiter MX.

Naasnya, dari lima orang korban, dua diantaranya meninggal dunia. Korban atas nama Andri langsung tewas di lokasi kejadian, sedangkan Ferry menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Bima.

Petugas medis RSUD Bima, dr. Sakinah yang dihubungi Kahaba mengungkapkan, korban Ferry tidak bisa bertahan dalam masa kritis akibat luka berat pada bagian dahi dan kepala bagian kanan. Diduga Ferry mengalami pendarahan otak .

Sementara itu korban lainnya atas nama M. Sadam dan Agus, hingga saat berita ini diturunkan dalam keadaan kritis dan tengah dirawat di ruang UGD. Adik dari korban Ferry yang belum diketahui identitasnya masih dirawat intensif di RSUD Kabupaten Bima di Desa Sondosia. [BOB]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *