Oknum Catut Nama Kepala BKD Tipu Bidan PTT

Kabupaten Bima, Kahaba.- Nurjan Ifatullah (24) salah satu bidan PTT di Poskesdes Bumi Pajo, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima tertipu oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut nama Kepala BKD Kabupaten Bima, Tajudin SH. Oknum, memberikan iming-iming akan meloloskan korban menjadi CPNSD tahun 2013 dengan syarat harus menyerahkan uang bernominal fantastis senilai Rp 50 juta.

Kepala BKD Kabupaten Bima, Tajudin SH (Baju Kuning). Foto: Gus

Kepala BKD Kabupaten Bima, Tajudin SH (Baju Kuning). Foto: Gus

Yakin dengan iming-iming oknum tersebut, langkah awalnya korban langsung mentransfer uang sebesar Rp 8 juta. Uang tersebut, ditransfer oleh korban lewan Bank BNI 46 Cabang Woja Kabupaten Dompu. Sebelum dana jutaan rupiah tersebut ditransfer, lewat saluran seluler, oknum tersebut mengaku sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima, Tajudin SH. Menurut oknum misterius itu, dana yang sudah diberikan itu, akan dipergunakan untuk meloloskan korban menjadi CPNSD tahun 2013.

Untuk mencari kebenaran dari masalah itu, Sabtu (21/9/13), korban bersama mertuanya dan Koordinator Korban Bidan PTT Kecamatan Donggo, Parmiwati, Sabtu (21/9/13) mendatangi Kantor BKD Kabupaten Bima. Tujuannya, memastikan apakah oknum tersebut menjabat sebagai Kepala BKD atau bukan.

Usai menemui Kepala BKD setempat, korban kepada wartawan mengaku, awalnya mendapatkan telepon dari koordinator bidan PTT, bahwa ada informasi dari oknum yang mengaku Kepala BKD Kabupaten Bima. Informasinya dicari Bidan berkinerja baik untuk diangkat langsung menjadi CPNSD tahun 2013, dengan syarat menyetorkan uang sebesar Rp 50 juta dan atau uang muka Rp 18 juta.

Mendapatkan informasi tersebut, korban langsung  berkomunikasi dengan orang yang mengaku kepala BKD tersebut. Didalam pembicaraan tersebut untuk dapat lolos, korban dimintai uang. Karena nominalnya sangat besar (Rp 50 juta), korban berjanji kepada oknum dimaksud, akan mengkomunikasikan dengan mertuanya.

Usai berkomunikasi dengan mertuanya soal tawaran terserbut, korban kembali berkomunikasi dengan oknum dimaksud melalui seluler dengan nomnor  081331332446. Komunikasi via seluler tersebut, membicarakan soal uang muka yang diminta oknum Rp 15 juta. Karena uang muka yang ada ditangan korban hanya Rp 8 juta akhirnya disetujui oleh oknum itu.

Saat mentransfer uang tersebut, korban diantar mertuanya. Uang sebesar Rp 8 juta yang diminta oknum tersebut, dikirim oleh korban bank BNI Cabang Woja Kabupaten Dompu dengan nomor rekening penerima 0288194188 atas nama Khairil Anwar.

Setelah uang Rp 8 juta itu ditransfer, sempat terjadi perdebatan antara orang mengaku kepala BKD tersebut dengan korban terkait pengiriman uang. Saat itu, oknum yang mengaku bernama Tajudin SH (Kepala BKD Kabupaten Bima itu), memaksa korban untuk memenuhi permintaanya yakni, mentransfer uang Rp 50 juta, agar semua proses bisa dilaksanakan segera. Jika tidak, oknum itu mengancam korban, akan membatalkan semua perjanjian sebelumnya.

Pemaksaan tersebut, sontak saja membuat korban curiga. Walhasil, korban langsung menghubungi pihak BKD Kabupaten Bima. Setelah memperoleh penjelasan dari pihak BKD setempat, korban baru menyadari bahwa dirinya, telah ditipu oleh oknum yang mengaku sebagai Kepala BKD Kabupaten Bima itu.

Secara terpisah, Kepala BKD Kabupaten Bima, Tajudin SH, mengaku sudah menerima laporan dari korban. Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena korban dan Kordinator Bidan PTT Kecamatan Donggo, tidak mengkonformasi langsung pada dirinya selaku kepala BKD Kabupaten Bima.

Nyata kejadian yang menimpa Bidan PTT Kecamatan Donggo, merupakan modus penipuan yang memang kini sudang marak di Bima, apalagi dengan nama dirinya selaku kepala BKD. Karenanya, Tajudin menegaskan agar masyarakat untuk tidak mudah percaya bila ada oknum yang membawa nama kepala BKD, Bupati, Wakil Bupati atau pejabat teras Kabupaten Bima dengan iming-iming mampu meloloskan menjadi CPNSD.

Merujuk pada adanya korban yang sukses ditipu dalam kaitan itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dikes) untuk menyampaikan kepada seluruh petugas kesehatan yang ada diseluruh Desa dan Kecamatan. ”Ke depan, jika ada informasi yang mencatut nama Kepala BKD seperti yang dialami Nurjan, segera melaporkan kepada BKD atau aparat Kepolisian,” desaknya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *