PHBI: Isi Kotak Amal itu Tanggung Jawab Panitia Lapangan

Setelah memberi undangan dan menggelar pertemuan dengan panitia lapangan serta PHBI tingkat Kecamatan,  pekan kemarin, panitia lapangan Hari Raya Idul Fitri beberapa bulan lalu diminta bertanggungjawab atas penggunaan uang amal masyarakat itu. Panitia pun harus segera membuat rincian, untuk dilaporkan kepada PHBI dan Baznas Kota Bima.

Kota Bima, Kahaba.- Ketua PHBI Kota Bima, H. Ahmad S.Ag mengatakan terhadap rincian uang umat Kotak Amal saat hari raya Idul Fitri lalu, pihaknya meminta kepada Panitia lapangan dan PHBI tingkat Kecamatan untuk membuatkan laporan pertanggungjawaban. Baik itu rincian uang yang terkumpul maupun jumlah uang yang digunakan.

Ahmad, S.Ag, Ketua PHBI Kota Bima. Foto: Bin

Ahmad, S.Ag, Ketua PHBI Kota Bima. Foto: Bin

“Kita minta rincian dan pertanggunjawaban itu dilaporkan kepada Baznas Kota Bima, PHBI Kota Bima dan diumumkan pada masyarakat saat pelaksanaan Sholat Idul Adha nanti,” ujarnya, Senin, 23 September 2013.

Kata dia, saat pertemuan tersebut, dirinya tidak bisa memastikan apakah ada dugaan penyelewengan penggunaan anggaran. Karena menurut panitia menjelaskan uang kotak amal  diterima sesuai dengan jumlah yang masuk. “Kami hanya meminta agar uang itu segera dirincikan dan dilaporkan,” katanya.

Ke depan, pihaknya berencana, uang kotak amal tidak lagi diurus oleh PHBI Kota Bima. Pihaknya hanya mengurus khatib dan imam, serta laporan jumlah uang yang masuk dalam kotak amal saja, untuk uangnya diserahkan langsung kepada Baznas Kota Bima. “Kami tidak lepas tangan, kami hanya ingin uang itu langsung saja diserahkan dan dilaporkan ke pihak Baznas,” tuturnya.

Ditanya berapa laporan dan jumlah uang Kotak amal yang sudah diterima oleh PHBI Kota Bima saat pelaksanaan Idul Fitri, H. Ahmad mengaku pihaknya menerima dari sejumlah lapangan sekitar Rp 9 juta.  “Kami tidak tahu jumlah uang keseluruhan berapa. Makanya kami minta panitia lapangan segera membuatkan rincian uang umat tersebut dan mempertanggungjawabkannya,” terang Ahmad.

Lanjutnya, persoalan uang kotak amal tersebut diminta harus dipertanggungjawabkan karena menyangkut amanah umat. Dan uang tersebut harus disampaikan sesuai peruntukannya. “Kami tidak ingin masalah ini menjadi opini buruk untuk PHBI,” tandasnya.

Dia menambahkan, saat rapat dan pertemuan tersebut, juga membahas mengenai persiapan sholat Idul Adha November mendatang. “Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” tandasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *