Anggaran Minim, Pemkab Terpaksa Berdayakan ‘Gedung Tua’

Kabupaten Bima, Kahaba.– Masalah keterbatasan anggaran, menjadi alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima untuk tidak membangun gedung perkantoran baru. Minimnya anggaran yang dimiliki, Pemkab Bima terpaksa merenovasi ‘bangunan tua’ untuk diberdayakan keberadaannya oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Paruga Parenta terletak di sebelah barat gedung Pemerintah Kabupaten Bima yang terbakar.

Paruga Parenta terletak di sebelah barat gedung Pemerintah Kabupaten Bima yang terbakar. Gedung itu pun saat ini rusak parah.

Salah satunya eks gedung Paruga Parenta di kantor Pemkab Bima yang lama. Gedung korban pembakaran massa 2011 lalu itu, saat ini sedang direnovasi dengan anggaran sebesar Rp 177.500 juta.

Rencananya, gedung tersebut akan pakai Kantor Pelayanan dan Perijinan Terpadu (KP2T) Kabupaten Bima.

Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Umum Sekretariat (Setda) Kabupaten Bima, Ade Linggiardy, menjelaskan, renovasi gedung eks Paruga Parenta dilakukan mengingat keterbatasan anggaran untuk membangun kantor baru bagi KP2T. Disisi lain, keterbatasan lahan juga menjadi alasan bagi Pemkab Bima. “Kita tidak punya lahan untuk bangun baru. Dan juga anggaranya terbatas,” ujarnya di kantor Pemkab Bima, Rabu (25/09/13).

Diakui Ade, APBD Tahun 2013 hanya menggelontorkan anggaran sebesar Rp 177.500 juta untuk renovasi eks gedung Paruga Parenta. Dalam waktu yang tidak lama, gedung itu akan ditempati oleh KP2T. ”Gedung itu memang sengaja kita rehab untuk KP2T, mengingat kantor itu belum memiliki bangunan baru,” jelasnya.

Eks gedung Paruga Parenta, menurut Ade, layak menjadi tempat pelayanan masyarakat. Jika semuanya sudah direnovasi,  nanti akan dibuat komposisi atau perubahan ruangan. Masing-masing ruangan akan diatur sedemikian rupa, sehingga mempermudah koordinasi. “Insya Allah, semuanya pasti akan ditata dengan baik,” katanya. [SR]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *