Peduli 5.896 Balita GB, Galang Dana pun Berlanjut

Kabupaten Bima, Kahaba.- Nasib 5.896 balita penderita Gizi Buruk (GB) dan Gizi Kurang (GK) kian diperhatikan. Masyarakat untuk Transparansi Daerah (Mantanda) Bima, Sabtu (28/9/13) kembali menggelar penggalangan dana di perempatan gunung dua dan membagikan selebaran pada sejumlah pengguna jalan.

ilustrasi

ilustrasi

Sebelumnya, aksi penggalangan dana yang dilakukan MATANDA, dilakukan di DPRD Kabupaten Bima dan dari proses penggalangan dana awal, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp1,4 juta. Dana tersebut terkumpul dari sejumlah anggota Dewan dan masyarakat yang begitu peduli dengan nasib balita yang kini merenggang lemah karena kurangnya asupan gizi.

Sementara itu, untuk yang kedua kalinya di perempatan Gunung Dua, Matanda berhasil menghimpun dana sebesar Rp 400 ribu.  Setelah jumlah dana terkumpul dan dinilai cukup, rencananya dana tersebut akan diserahkan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima yang dinilai ‘tutup mata’ terhadap nasib 5.896 balita GB dan GK.

Amiruddin, anggota Mantanda  Bima mengatakan aksi penggalangan dana bagi balita GB dan GK tetap akan terus berlanjut sebagai bentuk keprihatinan pihaknya terhadap banyaknya balita yang mengalami GB dan GK di Bima saat ini. Apalagi para balita ini merupakan generasi bangsa ke depan yang harus diperhatikan sejak dini sebagai pelanjut estafet pembangunan daerah ini.

Aksi penggalangan dana ini juga disebarkan selebaran pada pengguna jalan. Tujuannya, terang Ami, agar masyarakat dapat menunjukan keprihatinannya terhadap nasib balita GB dan GK saat ini. “Penggalangan dana ini sebagai cara untuk mengetuk hati pemerintah yang selama ini tidak sepenuhnya membantu nasib ribuan balita GB dan GK. “Pemerintah hanya mementingkan anggaran yang tidak bermanfaat sementara generasi bangsanya dibiarkan terlantar,” sorotnya.

Sementara salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di dunia adalah dari aspek kesehatan. Bila melihat jumlah balita GB dan GK belum lagi yang berusia anak-anak dan dewas wajar tingkat IPM Kabupaten Bima itu rendah. Gizi buruk dan gizi kurang ini nantinya akan berpengrauh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bima. Persoalan ini harus dicarikan solusinya sedini mungkin,” tambahnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *