Narkoba Menyentuh Pelajar, Tes Urin Diwacanakan

Kota Bima, Kahaba.- Peredaran narkoba yang kini sudah menyentuh di usia pelajar, ternyata menggelitik perhatian anggota DPRD Kota Bima. Kasus pelajar yang tertangkap tangan membawa narkoba menurut sejumlah wakil rakyat perdu diberlakukan test urine bagi siswa yang hendak mengikuti ujian masuk di tingkat SMP dan SMA.

Ilustrasi

Ilustrasi

Duta PKPB, Sudirman DJ, SH mengatakan, narkoba bukan lagi dikonsumsi oleh kalangan dewasa, ‘virus sosial’ yang satu ini juga menjangkit anak – anak yang kini duduk di bangku SMP dan SMA. Kasus dua orang siswa kelas III SMP dan siswa kelas III SMA ditangkap Buser Polres Bima Kota di jalan Gajah Mada usai membeli Narkoba jenis ganja, adalah fakta betapa menyedihkannya potret generasi di kota yang bermoto ‘Maja Labo Dahu (Malu dan Takut) ini. “Generasi kita perlu secepatnya diselamatkan, diharapkan harus di potong peredarannya dan polisi benar-benar serius dalam memberantas penyakit sosial yang satu ini,” tegasnya.

Di ruangan Komisi B, Pengacara kondang itu menambahkan, kasus tertangkapnya pelajar itu, tidak menutup kemungkinan masih banyak pelajar dan generasi yang sudah terbiasa mengkonsumsi narkoba. “Persoalan ini, bukan hanya peran pihak kepolisian dan aparat penegak hukum, tapi Pemerintah melalui Dinas Dikpora Kota Bima pun bisa berbuat lebih dari sekedar ceramah di sekolah-sekolah. Siswa yang mengikuti ujian masuk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa dilakukan tes urine untuk lebih memberikan sikap preventif terhadap peredaran narkoba yang menyengat dunia pelajar di kota ini.

Menurutnya, jika terbukti urine siswa mengandung narkoba, sekolah bisa menolak untuk menerima calon siswa tersebut dan memberikan pembinaan serta bisa menjadikan pembelajaran bagi pelajar dan orang tua siswa dalam mendidik anaknya masing-masing.

“Kami di lembaga Legislatif akan mendorong terwujudnya rencana tersebut, jika Dinas mau membuat kebijakan test urine bagi siswa yang masuk SMP/SMA. Untuk anggaran yang dibutuhkan, maka Dewan akan membantu mendorong dan mewujudkannya,” tegas Dirman.

Di tempat yang sama, Duta PKS, Anwar Arman, SE mengaku sangat sepakat dengan rencana yang wacanakan Sudirman DJ. “Itu harus segera dilaksanakan, mengingat peredaran narkoba yang sudah merajalela di Kota Bima apalagi penjualan narkoba tersebut sudah merasuk di kalangan pelajar. Dan memang, usia penasaran seperti pelajar dapat melakukan hal–hal baru dan rentan kebablasan,” tutur Arman.

Menurut mantan wartawan senior ini, pemberantasan narkoba harus terus di galakan. Selain meminta polisi untuk tidak saja menangkap pemakainya, tetapi juga harus meringkus bandar besar yang tidak bertanggungjawab itu. Orang tua pun harus lebih memberikan waktu dan perhatiannya terhadap pergaulan anak-anaknya.

“Kasihan anak–anak kita jika kita hanya berdiam diri dan tidak memperhatikan mereka secara serius dalam membahas penanggulangan narkoba. Penyakit sosial yang satu ini adalah ancaman nyata untuk generasi kita. Jika tidak ditangani sejak dini, maka generasi kita akan menjadi generasi yang tidak berkualitas akibat narkoba dan menjadi benalu bagi pembangunan negeri di masa depan,” pungkas Arman pada Kahaba. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *