Turun Jum’at, Seorang Warga Penatoi Dibekuk Densus 88

Kota Bima, Kahaba.- Warga Kelurahan Penatoi Jumat siang tadi (18/10/13) dihebohkan dengan penangkapan seorang pria yang diduga jaringan teroris. Penangkapan yang dilakukan oleh Tim Densus 88 anti teror berlangsung singkat, dengan anggota sekitar 10 orang, terduga teroris itu langsung diamankan diatas mobil.

Ilustrasi

Ilustrasi

Informasi yang dihimpun Kahaba, penangkapan dilakukan di sekitar jalan Soekarno-Hatta, atau tepatnya di RT 01 RW 01 Kelurahan Penatoi, sekitar pukul 13.30 Wita. Densus yang berpakaian preman dan mengenakan rompi anti peluru serta bersenjata lengkap, dengan sigap langsung membekuk pria yang di duga jaringan teroris tersebut.

Hal itu juga diakui oleh Lurah Penatoi, M. Rifaid, S.Sos. Ia mengaku mendengar penangkapan itu dari cerita warganya yang melihat langsung. “Penangkapannya singkat, sekitar 10 menit,” ujarnya.

Kata dia, lokasi penangkapannya di Jalan Soekarno Hatta RT 01, RW 01 Kelurahan Penatoi. Sementara lokasi tempat tinggal pria yang diduga teroris berinisial ST atau I adalah warga RT 03 RW 01. “Sehari-hari ST jualan es Buah di jalan Soekarno Hatta,” katanya.

Menurut Rifaid, pria berusia sekitar 30 tahun bukan warga asli Kelurahan Penatoi, melainkan warga Jakarta yang baru datang menetap tinggal di Kelurahannya. “ST mulai menetap di Penatoi sebelum bulan ramadahan tahun ini,” tandasnya.

Ia mengaku, ST tinggal bersama istri dan anaknya yang masih kecil. Selama ini pun, pihaknya tidak melihat ada tindak tanduk ST yang mencurigakan. “ST selama ini berperilaku baik,” ucapnya.

Karena diresahkan dengan penangkapan itu, ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan pemuda. Guna menjaga kelurahan tetap aman dan terkendali.

Terduga teroris yang sedang berjualan Es buah tersebut sempat melakukan perlawanan sampai kemudian berhasil dilumpuhkan. Pantauan Kahaba, sejumlah pengguna jalan memilih berhenti untuk melihat kejadian penangkapan tersebut.

Kapolre Bima Kota, AKBP Benny Basir. Foto: Dewa

Kapolre Bima Kota, AKBP Benny Basir. Foto: Dewa

Hadir pula dalam penangkapan tersebut Kapolres Bima Kota, AKBP Benny Basir untuk mengamankan situasi dan bersilaturahmi bersama warga.

Amir (20) seorang warga setempat yang kebetulan melihat kejadian tersebut menceritakan, dirinya tidak tahu pasti apa motif dari penangkapan tersebut. “Saat kejadian saya melihat belasan orang berpakaian rompi anti peluru menggunakan dua mobil dan dua motor jenis Honda Beat membawa senjata api laras panjang. Saya tidak tahu apa masalahnya, tapi mereka menggunakan senjata semua dan kejadian penangkapan begitu cepat,” ujar Amir.

Ia menambahkan, saat segerombolan orang bersenjata lengkap menangkap penjual es tersebut, sempat terjadi perlawanan sampai penjual es itu diseret masuk ke dalam mobil. ”Mereka langsung memacu mobilnya ke arah timur, baru kemudian beberapa menit setelah penangkapan empat mobil kembali mendekat, dan terlihat sejumlah orang berpakaian brimob terlihat turun dari mobil,” imbuhnya.

Menurut warga lainnya, ST kurang lebih tiga bulan tinggal di Kelurahan Penatoi. Kata warga, ST mengaku orang Bima asli Kelurahan Sadia, tetapi besar di Jakarta dan beristrikan orang Jakarta. “Anak ST baru dua, dan satu diantaranya baru melahirkan.” ujarnya pada Kahaba seraya tak ingin menuangkan namanya.

Kapolres Bima-Kota AKBP Benny Basir yang dikonfirmasi di kantornya, membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan pihak Densus 88.

“Mengenai sejauh mana keterlibatannya, Saya belum tahu jelas, karena yang lebih tahu dalam hal ini langsung Mabes polri. Kami hanya melakukan pengamanan. Dan kepastian keterlibatan terduga teroris tersebut tunggu saja keterangan dari Mabes Polri nantinya,”  jelas Benny, Jum’at, 18 Oktober 2013. [BK/BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. bersihkan bima dari teroris…lagi dan lagi penatoi,banyak warga penatoi yg jadi pelaku teror dimana mana..yg di tembak mati jg ada..yg tertangkap di poso udh berapa.mari warga bima kita satukan tangan membantu aparat keamanan memberantas teror..jangan bikin malu bima orng orng spt itu.kapan bima jadi aman..bersih..santun dan maju jika terus seperti ini.mari tingkatkan keamanan..aparat desa sangat berperan bagi pendatang pendatang baru di bima khususnya di penatoi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *