Benahi Kelembagaan, Pemkab Gelar Sosialisasi Penataan Organisasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pentingnya penataan kelembagaan organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Bima menjadi salah satu agenda penting pembangunan bidang aparatur. Untuk mewujudkan harapan ini, Pemkab Bima menggelar Sosialisasi Pedoman dan Informasi Penataan Organisasi Perangkat Daerah. Sosialisasi ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab Sabtu, (19/10/13) di Aula Kantor Bupati Bima.

Pemerintah Kabupaten Bima gelar sosialisasi  penataan organisasi. Foto: HUM

Pemerintah Kabupaten Bima gelar sosialisasi penataan organisasi. Foto: HUM

Pada kegiatan yang menghadirkan para Kasubag Umum dan Kepegawaian serta Kasubag Program dan Pelaporan dari 38 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini, Panitia pelaksana, Kabag OPA, M. Antonuis, S.STP dalam paparannya mengatakan kelemahan pengelolaan administrasi seperti belum meratanya pembagian tugas staf pada sejumlah SKPD.

“Sebagian besar instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Bima masih terdapat manajemen “tukang cukur,” katanya. Untuk itu, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) tidak tergambarkan dengan jelas. Jelas Antonius, Seorang pemimpin pada SKPD hanya menberikan Tupoksi pada salah satu orang. Ini menjadikan pekerjaan tidak dilaksanakan secara struktur dan sistematik.

“Hal itu tidak bisa dipungkiri, namun ke depan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima melalui Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur (OPA) Setda akan terus berupaya menata Organisasi Perangkat daerah untuk mendapatkan kapabilitas dan mengangkat harkat serta martabat pemerintah daerah,” tandas mantan Camat Bolo ini.

Plt. Sekda Drs. H. Abdul Wahab dalam amanatnya mengatakan pentingnya penataan kelembagaan pemerintah daerah untuk menjamin efektifitas dan optimalisasi tugas-tugas pemerintah. “Tujuan sosialisasi ini adalah untuk lebih memberikan arahankepada Kasubag Program agar lebih menata Tupoksi ke arah yang lebih baik,” terangnya.

Wahab mengakhiri, untuk inilah peserta diharapkan mengikuti sosialisasi hingga tuntas agara mendapatkan pemahaman menyeluruh terhadap penataan kelembagaan di masing-masing unit kerja. [BM/HUM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Akbar Pan

    Sebaiknya urus serius saja proses pemindahan ibukota kabupaten bima; supaya tidak numpang terus di kota bima; bikin malu saja. Sebaiknya pucuk pimpinan pemda jangan memble urusan politik yang njlimet seharusnya tidak mengurangi ujung kerja; sekolah dan instansi pemkab bima sampai uptd kecamatan dan sekolah2 terlalu dipenuhi honorer yang mubazir, akibatnya banyak pengangguran tersembunyi; seolah para sarjana jadi2an berapapun dan siapapun tanpa peduli kwalitas tak bercermin diri yang penting bisa pake baju keki numpang nampang mondar mandir jam dinas, main game di komputer kantor atawa chating ria dgn tentengan hp. Sama sekali tidak menunjukkan jiwa swakarya kerja dan jiwa pamong. Mau jadi apa daerah bangsa dan negeri ini jika perjalanan mundur ini mengembalikan pengelolaan pemerintahan dan aparatur negara secara “manajemen primitif” begini? Apa fungsi senter2 dan obor2 hanya semata2 kafling jemput proyek dan terobos proposal siluman??? Center2 sebaiknya bertindak sebagai penasehat sekaligus fasilitator conseling bagi pemimpin dan atau pejabat fungsional instansional; bila dirasa perlu rekrut staf ahli yang ahli dan mahfum dibidangnya; Cukup riskan juga karena pembentukan staf ahli DPRD mentok ditalang fraksi pohon hantu, padahal kapabilitas wakil rakyat yang asbun askut politik tidak sejalan dengan kebutuhan esensi perencanaan strategi pembangunan daerah yang detail sektoral. Konsentrasi pengelolaan aparatur dan sistem kepegawaian harus ditangani oleh institusi dan atau cendekiawan yang memahami aplikasi utilitas human resources govermental for job description, termasuk aspek konduite, moral etika dan akhlak aparatur dan profesionalisme jiwa ngabdi, bukan semata buruan jabatan kredit point atau tendensi kompensasi. Ini merupakan pekerjaan rumah yang tidak mudah jika kita ingin bima yang kini heboh habampoa tapi semakin keropos etika kwalitas dan daya enterpreneur berhasilguna yang kian tak mampu bersaing dengan habe dan toke. Memang RCTI (rezeki cina arab terhadap indonesia) semakin OK di bima. Kira2 mau mulai darimana langkah reformasi pembaharuan demi kesejahteraan selaksa kecerdasan berakhlak pemerataan yang adil dan beradab. Ma iu kai si wekimu ntaumu lehe ade itadoho kaso ma nee ndadi dumu dou kai ma lillahi ta`ala re; ta cua ngoa kai pendidikan dan pencerdasan disertai etika disetiap lini, baina naha loa naha mpanga, naha alim naha korupsi, naha haji naha AMPI (anak mantu ponakan ipar) ndai ncau; kapahu nggusu inipidu waru nee si ndadi manggampo parenta dana ro rasa; Siap tampil harus siap menjabat, jangan berkoar seolah semua ingin jadi pejabat kepala tak bercermin diri. Memang Bima tidak senang duduk karena jiwa kerjanya yang cekatan dan kritis, tapi Bima tidak berpangku tangan, ia terabas bumi demi kemakmuran dou dana ro rasa; Jiwa Bima sejati ini yang kini semakin pudar dari kita, mpa`a mpama mpemo karawo riti wi`i weki kai londo dou londo dou….. Londo au ipimu ndi wi`i kaimu wekimu bela… BTW yup generasi muda yang beridealis etika dan iman, buktikan agen of change kalian dengan tanpa pamrih, tanah bima menuju pemekaran kabupaten dan provinsi adalah lahan kalian untuk berladang menyemai ilmu agar tidak hanya menjadi literatur aspal (asal dapat ijazah). The right human resources mus make work employed for people and local districal growth….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *