472 Korban Keracunan Makanan di Lambu Telah Ditangani

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sesuai data terakhir yang dihimpun tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, 472 korban keracunan hajatan salah satu keluarga di Desa Lanta Barat Kecamatan Lambu telah ditangani tim medis Pemerintah Kabupaten Bima.

Korban keracunan yang tak tertampung lagi di ruangan rawat inap Puskesmas Sape, Sabtu Malam (19/10/13). Foto: Man

Korban keracunan yang tak tertampung lagi di ruangan rawat inap Puskesmas Sape, Sabtu Malam (19/10/13). Foto: Man

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Tasmin Bukhori, SKM menjelaskan, Tim telah bekerja dan berupaya secara maksimal melakukan pengobatan dan perawatan.

Kegiatan ini difokuskan di tiga tempat yaitu 188 orang dirawat di Puskesmas Sape, 284 pasien dirawat Puskesmas Lambu dan di mesjid Rato-Lambu, dan 2 orang diantaranya di rujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pasien yang dirawat di PKM Sape telah sembuh dan keluar, saat ini tinggal 12 orang yang dirawat di PKM Lambu,” ujarnya, Senin (21/10/13).

Kata Tasmin, selain mendapatkan perawatan di Puskesmas pasien juga mendapatkan Tambahan Makanan berupa Telur dan Susu. Pada saat terjadinya kasus sebanyak 8 orang dokter dari RSUD Bima di utus untuk membantu tim yang ada Puskesmas.

“Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab keracunan, saat ini tengah dilakukan pengambilan sampel makanan untuk dikirim ke Laboratorium Propinsi dan dilakukan pemantauan lapangan,” tuturnya.

Lanjut Tasmin, kronologis kasus keracunan tersebut bermula dari makanan bersumber dari acara hajatan nikah di salah satu keluarga A (23 Tahun) di Desa Lanta Barat. Makanan berupa Nasi, Mie goreng, Ayam Kecap, makanan di kemas dan dimasukkan pada kotak-kotak plastik Mika dan dikemas pada pukul 11.00 s/d 12.00 Wita, Sabtu (19/10/13). Selanjutnya, makanan itu dibagikan pada undangan sekitar pukul 16.00 Wita, karena sudah dikemas makanan tersebut di bawa pulang oleh masing-masing undangan.

Sesampainya di rumah di konsumsi oleh masing-masing keluarga dengan tingkat umur yang bervariasi, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Makanan di konsumsi sekitar pukul 17.00 Wita dan pada pukul 19.00 WITA mulai muncul keluhan pada pasien yang mengkonsumsi makanan tersebut dengan keluhan mual, muntah, pusing dan lemas. [BM/HUM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *