Amir: Versi BKD Mutasi itu Desakan Tim Qurma

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah PNS yang dimutasi beberapa hari yang lalu menilai kebijakan mutasi itu sarat dengan kepentingan politik dan dendam politik. Karena SK mutasi yang mereka terima, dinilai rancu dan cacat hukum.

Pasangan Qurma, peserta Pilkada Kota Bima lalu.

Pasangan Qurma (Qurais-Man), peserta Pilkada Kota Bima lalu.

Amirudin Iba, PNS yang bekerja di Satuan Pol – PP Kota Bima pun menilai mutasi dirinya adalah hukuman karena membelot dan tidak patuh kepada kepala daerah yang saat itu ikut sebagai peserta Pemilukada Mei 2013 lalu. Hukumannya pun, ia harus digeser menjadi staf biasa di Kelurahan Rontu.

Pria yang dikenal vokal itu pun mengungkapkan, setelah beberapa hari dirinya menerima SK mutasi, ia mendatangi kantor BKD Kota Bima dan bertemu dengan langsung kepala BKD Kota Bima Mukhtar Landa, MH. Perihal menanyakan soal mutasi dirinya tersebut. “Mukhtar mengaku ke saya, bahwa mutasi tersebut adalah desakan tim pasangan Qurma Manis,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya sejak lama Walikota Bima menyimpan agar masalah ini tidak dilakukan, tetapi karena desakan tim, maka hal tersebut dilakukan. “Itu pernyataan Kepala BKD Kota Bima ke Saya,” ujarnya.

Lalu, masih mengutip pernyataan Kepala BKD Kota Bima, mestinya ia merasa bersyukur dipindahkan ke Kelurahan Rontu, karena jika di Kelurahan lain, maka dia akan sering membuat masalah. Sebab di Kelurahan Rontu itu Lurahnya ipar Amirudin Iba sendiri. “Justru di kelurahan Rontu ini secara psikologis saya hancur,” terangnya.

Jika melihat keterangan Kepala BKD tersebut, menurut Amirudin Iba, jelas lah bahwa mutasi yang diterima olehnya dan 40 orang PNS lain adalah hukuman dari dendam politik Walikota Bima.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Bima, Mukhtar Landa, MH yang dihubungi membantah jika pernah menyampaikan ucapan seperti yang dikatakan oleh Amirudin Iba. “Saya tidak berkata seperti itu. Kalimat itu tidak benar,” tegasnya.

Dia memang mengakui, jika Amirudin Iba ke Kantor BKD dan bertemu dirinya, menanyakan perihal mutasi tersebut. Namun tak pernah sedikit pun ia mengeluarkan kalimat seperti yang diceritakan oleh Amirudin Iba itu. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *