Represif, Himdos Ancam Laporkan Polisi ke Komnas HAM

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah menyampaikan aspirasi dan bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Bima, Himpunan Mahasiswa Donggo-Soromandi (Hmdos) melanjutkan aksi di Polres Bima Kota. Di Mapolres setempat, pendemo meminta satu anggotanya yang diamankan aparat saat ketegangan di DPRD Kabupaten Bima, segera dibebaskan.

Suasana saat aparat Kepolisian membubar paksa aksi Himdos di DPRD Kabupaten Bima. Foto: Bin

Suasana saat aparat Kepolisian membubar paksa aksi Himdos di DPRD Kabupaten Bima. Foto: BIN

Ketua Himdos, Saddamullah mengecam tindakan represif aparat Kepolisian yang bertindak membabi buta sehingga belasan anggotanya mengalami luka serius. Dia mendesak Kapolres Bima Kota bertanggungjawab, karena tak dapat mengamankan dengan baik unjuk rasa.

“Tindakan Polisi ini telah melanggar hak  asasi manusi (HAM) dan akan kami laporkan ke Komnas HAM,”  ujar ketua Himdos, Sadamullah.

Dia juga menilai, pengamanan yang dilakukan Kepolisian telah keluar dari Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga akan memproses hukum kasus tersebut.

“Kapolres harus bertanggungjawab terhadap persoalan ini dan kami meminta anggota Himdos yang diamankan (Wahidin) segera dibebaskan,” desaknya.

Dia mengatakan, demonstrasi Himdos merupakan aksi damai. “Saya bertanggung jawab jika ada tindakan anarkis dari anggotanya,” tegasnya.

Seorang mahasiswi, Aidah yang mengalami luka dibagian pipinya diduga karena tindakan represif anggota kepolisian. Foto: AGUS

Seorang mahasiswi, Aidah yang mengalami luka dibagian pipinya diduga karena tindakan represif anggota kepolisian. Foto: AGUS

Menurut Sadamullah, tindakan represif aparat terhadap mahasiswa sengaja disetting oleh oknum aparat demi kepentingan pejabat.

“Kami tidak pernah melakukan anarkis, apalagi melempar petugas. Itu bohong, Polisi sengaja mencari alasan pembenaran diri,” tudingnya.

Sadam menegaskan, mereka mendatangi DPRD Kabupaten Bima hanya untuk menyampaikan aspirasi terkait jalan Lingkar Utara di Kecamatan Soromandi yang belum diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami datang hanya ingin menyampaikan derita masyarakat, karena jalan lingkar utara itu kondisinya rusak parah,” tegasnya.

*SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *