Cara ‘Kampungan’ Masuk Pintu Pagar Pelabuhan Bima

Kota Bima, Kahaba.- Calon Penumpang Kapal Motor (KM) Awu jurusan Bima-Waingapu-Kupang begitu memprihatinkan. Penumpang harus menunggu dan berdesak-desakan di pintu tengah Pelabuhan Bima, lantaran petugas kapal belum membuka kunci paga.

Memprihatinkan, seorang nenek nekat menerobos masuk melalui kolong pintu pelabuhan lantaran petugas masih menguncinya. Foto: Gus

Memprihatinkan, seorang nenek nekat menerobos masuk melalui kolong pintu pelabuhan lantaran petugas masih menguncinya. Foto: Gus

Tampak satu per satu penumpang, pengantar, pedagang bahkan pengunjung pelabuhan memadati areal pelabuhan. Bagi yang tak sabar, satu per satu masuk secara ‘kampungan’ ke areal darmaga Pelabuhan Bima.

Banyak cara penumpang untuk memasuki kawasan dermaga. Pantauan Kahaba, ada yang masuk di bawah kolong pintu, ada pua berjalan ke pinggir selatan pelabuhan mencari celah untuk masuk ke kawasan dermaga. Bukan hanya anak-anak dan pedagang yang masuk melalui kolong pagar, tetapi seorang nenek pun terpaksa masuk karena tak sanggup berdiri berdesakkan di luar pagar.

Anak-anak yang mengais rezeki dari para pengunjung pelabuhan, tidak hanya masuk lewat kolong, pagar setinggi tiga meter dengan kawat berduri pun di terobosnya.

Salah seorang calon penumpang kapal, Yati, menyesalkan cara kerja petugas pelabuhan Bima yang tak membuka pintu tengah. “Saat membeli tiket kapal, kami pun membeli tiket masuk pelabuhan. Tapi kenapa ditahan di pintu tengah ini,” keluh Ibu dua anak itu sambil menggendong bayinya.

Sementara itu, KM Awu yang dijadwalkan tiba Jumat (01/11/13) sekitar pukul 19.00 Wita, belum juga sampai di Pelabuhan Bima. Hingga pukul 20.00 Wita, kapal yang akan memuat penumpang tujuan Bima-Waingapu-Kupang itu, tak kunjung datang.

Seorang petugas yang dikonfirmasi Kahaba mengatakan, pintu tengah baru dibuka kalau penumpang kapal tujuan Bima sudah turun semua. Jika kapal belum tiba dan penumpang tujuan bima belum turun semua, maka pintu pagar tidak akan dibuka.

*AGUS

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *